Italia Tolak Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Dengan penolakan keras internal Italia sendiri, mimpi melihat baju biru Azzurri di Piala Dunia 2026 dipastikan telah tertutup rapat.

Editor Isnovan Djamaludin
Jumat, 24 April 2026 21.41 WIB
Italia Tolak Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
Timnas Italia saat menjalani babak play off menghadapi Bosnia-Herzegovina. Foto: Getty Images

Roma (Lampost.co)–Gelombang spekulasi mengenai kemungkinan Timnas Italia tampil di Piala Dunia 2026 melalui “pintu belakang” akhirnya mendapat jawaban tegas. Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, menegaskan usulan menggantikan posisi Iran di turnamen tersebut adalah sesuatu yang “tidak pantas” dan secara teknis mustahil untuk terwujud.

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas usulan kontroversial yang dilemparkan Paolo Zampolli, utusan khusus Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Zampolli secara terbuka menyarankan FIFA dan Trump agar posisi Iran—yang tengah terlibat ketegangan geopolitik dengan AS—diberikan kepada Italia demi alasan sejarah dan kemeriahan turnamen di Amerika Utara.

Respons Tegas Otoritas Olahraga Italia

Andrea Abodi tidak menyembunyikan ketidaksetujuannya terhadap gagasan tersebut. Baginya, martabat sepak bola Italia jauh lebih penting daripada sekadar tampil di turnamen besar melalui bantuan politik.

“Italia lolos dengan menggantikan Iran? Itu tidak pantas. Kualifikasi harus ditentukan dengan performa di lapangan, bukan jalur pintas,” ujar Abodi dalam wawancaranya bersama Sky News.

Sikap senada juga ditunjukkan Presiden Komite Olimpiade Italia (CONI), Luciano Buonfiglio. Ia merasa bahwa mendapatkan tempat tanpa melalui keringat di lapangan hijau justru akan menjadi penghinaan bagi sejarah besar Gli Azzurri.

“Pertama, saya rasa itu tidak mungkin. Kedua, saya akan merasa tersinggung. Anda harus pantas untuk bermain di Piala Dunia berdasarkan prestasi, bukan pemberian,” ujar Buonfiglio mengutip La Gazzetta dello Sport.

Kegagalan Beruntun yang Menyakitkan

Absennya Italia di Piala Dunia 2026 merupakan luka mendalam bagi publik sepak bola Negeri Piza. Ini merupakan ketiga kalinya secara beruntun juara dunia empat kali tersebut gagal tampil di panggung tertinggi. Langkah Italia terhenti secara dramatis setelah finis di bawah Norwegia pada fase grup dan takluk dalam adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina di final play-off pada akhir Maret lalu.

Kegagalan ini memicu guncangan besar di internal federasi, yang berujung pada pengunduran diri Presiden FIGC, Gabriele Gravina, serta pelatih kepala Gennaro Gattuso. Saat ini, sepak bola Italia tengah fokus pada masa transisi dan pemulihan jangka panjang untuk mengembalikan kejayaan mereka.

Status Iran dan Aturan Penggantian FIFA

Meskipun hubungan diplomatik antara Iran dan tuan rumah AS sedang memanas, FIFA tetap pada pendiriannya. Presiden FIFA, Gianni Infantino, telah mengonfirmasi bahwa Iran tetap akan bertanding sesuai jadwal, termasuk laga fase grup di Los Angeles dan Seattle.

Berdasarkan regulasi FIFA, jika sebuah tim mengundurkan diri, penggantinya biasanya berasal dari konfederasi yang sama. Dalam konteks ini, Uni Emirat Arab (UEA) lebih berhak menjadi pengganti Iran. Sebab,  status mereka sebagai tim Asia dengan peringkat tertinggi yang belum lolos, bukan tim dari Eropa seperti Italia.

Dengan penolakan keras internal Italia sendiri, mimpi melihat baju biru Azzurri di Piala Dunia 2026  telah tertutup rapat.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI