Arsenal hanya membutuhkan satu kemenangan lagi di laga berikutnya untuk memastikan gelar juara.
London (Lampost.co)–Arsenal kini berada di ambang sejarah besar. Tim asuhan Mikel Arteta sukses mengamankan kemenangan krusial saat bertandang ke Stadion London, markas West Ham United, Minggu (10/5/2026) malam WIB. Kemenangan tipis 1-0 ini tidak hanya membawa pulang tiga poin, tetapi juga mendekatkan The Gunners pada trofi Premier League yang telah mereka nantikan selama lebih dari dua dekade.
Pertandingan pekan ke-36 ini berlangsung dengan tensi tinggi. Arsenal yang datang sebagai pemuncak klasemen harus menghadapi perlawanan sengit tuan rumah yang tengah berjuang keras keluar dari zona degradasi.
Babak pertama berjalan cukup sulit bagi tim tamu. West Ham tampil sangat disiplin dengan organisasi pertahanan berlapis yang membuat lini depan Arsenal frustrasi. Bukayo Saka dan Leandro Trossard sempat kesulitan menemukan celah di barisan belakang The Hammers.
Kebuntuan baru pecah setelah Mikel Arteta melakukan pergantian taktik di pertengahan babak kedua. Masuknya sang kapten, Martin Odegaard, pada menit ke-67 menggantikan Eberechi Eze langsung mengubah dinamika permainan. Kreativitas Odegaard di lini tengah menjadi motor serangan yang menghidupkan kembali daya gedor Arsenal.
Puncaknya terjadi pada menit ke-83. Melalui skema serangan inisiasi Odegaard, bola berhasil dikirim ke jalur Leandro Trossard. Pemain asal Belgia tersebut tidak menyia-nyiakan peluang dan melepaskan tembakan yang merobek jala gawang West Ham. Gol tersebut memicu sorak-sorai luar biasa dari pendukung Arsenal yang memadati tribune tim tamu.
Selain lini serang, lini pertahanan Arsenal juga patut mendapat pujian, terutama performa David Raya. Kiper asal Spanyol ini tampil heroik dengan melakukan serangkaian penyelamatan penting untuk mementahkan peluang Jarrod Bowen dan kolega.
Drama sempat memuncak pada masa injury time. Publik tuan rumah sempat bersorak ketika West Ham berhasil menyarangkan bola ke gawang Raya untuk menyamakan kedudukan. Namun, kegembiraan itu sirna setelah wasit melakukan tinjauan melalui video assistant referee (VAR). Hasil tinjauan menunjukkan adanya pelanggaran terhadap David Raya sebelum bola masuk ke gawang. Keputusan tersebut tetap sah dan Arsenal berhasil mempertahankan keunggulan hingga laga usai.
Kemenangan ini membuat Arsenal tetap kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 79 poin. Keunggulan lima poin atas Manchester City di posisi kedua membuat Arsenal hanya membutuhkan satu kemenangan lagi di laga berikutnya untuk memastikan gelar juara. Jika berhasil, ini akan menjadi gelar Liga Inggris pertama bagi Arsenal sejak musim Invincibles 2003/2004.
Di sisi lain, kekalahan ini makin menenggelamkan West Ham di posisi ke-18 zona degradasi dengan 36 poin. Mereka kini harus berjuang mati-matian di sisa laga musim ini untuk tetap bertahan di kasta tertinggi.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update