• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 28/03/2026 01:35
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Breaking News

Mentan Temukan 212 Merek Beras Diduga Oplosan, Sampel Ada dari Lampung

Empat produsen sudah Bareskrim panggil terkait beras tak sesuai standar.

Sri AgustinabySri Agustina
15/07/25 - 11:26
in Breaking News, Ekonomi dan Bisnis, Nasional
A A
Mentan Temukan 212 Merek Beras Diduga Oplosan, Sampel Ada dari Lampung

Mentan Temukan 212 Merek Beras Diduga Oplosan, Sampel Ada dari Lampung. (Foto:Dok.MI)

ADVERTISEMENT

Jakarta (Lampost.co)–Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengugkapkan ada 212 merek beras oplosan atau tidak memiliki kualitas sesuai standar dan regulasi yang ada. Sampel yang diperoleh salah satunya berasal dari Lampung.

Info Penting: 

  • Ada 212 merek beras yang terindikasi oplosan alias tak sesuai standar
  • Sampel beras oplosan juga ada dari Lampung
  • Mentan akan umumkan bertahal 212 beras oplosan ke media.

Adapun 212 merek beras yang telah terinvestigasi Kementan dan Satgas Pangan Polri itu terbukti tidak memenuhi standar. Yajni baik mutu dan dari sisi berat kemasan, komposisi, hingga labelnya.

“Semuanya ada 212 merek, kami sudah kirim langsung ke Pak Kapolri, kemudian Satgas Pangan dan Pak Jaksa Agung. Mudah-mudahan ini terproses cepat. Kami sudah terima laporan pada 10 Juli lalu, itu telah mulai pemeriksaan, kami berharap ini segera ada tindakan tegas,” ujar Amran, Senin, 14 Juli 2025.

Baca Juga: Harga Beras dan Bahan Pokok Melonjak di Lampung, Ini Penyebabnya

Amran memastikan bakal segera merilis 212 merek beras oplosan yang sudah terinvestigasi tersebut. Masyarakat pun harap memperhatikan merek-merek beras yang nantinya terumukan agar tidak terjebak membeli oplosan.

“Mohon kepada pembeli nanti perhatikan merek yang terumumkan di media-media seluruh Indonesia. Itu nanti kita munculkan secara bertahap yang terperiksa dua hari lalu. Akan kita munculkan merek apa saja dan kita harap bisa masyarakat Indonesia, supaya tidak tertipu dengan mereknya,” jelas Amran.

13 Merek Oplosan

Sementara itu, ada 13 merek dari empat produsen yang duga merupakan beras oplosan tidak sesuai standar dan regulasi dari pemerintah di pasarab.
Satgas Pangan Polri pun telah memanggil empat produsen beras untuk pemeriksaan terkait dugaan peredaran beras oplosan tersebut.

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helfi Assegaf membenarkan pemeriksaan terhadap sejumlah perusahaan pada pekan lalu. “Betul, masih dalam proses pemeriksaan,” ujarnya.

Sementara itu, ini empat produsen yang Bareskrim panggil guna mengklarifikasi dugaan penjualan beras oplosan:

1. Wilmar Group dengan merek beras Sania, Sovia, Fortune, Siip

Sumber dari 10 sampel di Aceh, Lampung, Sulawesi Selatan, Jabodetabek, dan Yogyakarta.

2. PT Belitang Panen Raya dengan merek beras Raja Platinum dan Raja Ultima

Sumber dari tujuh sampel di Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Aceh, dan Jabodetabek)

3. PT Sentosa Utama Lestari atau Japfa Group dengan merek beras Ayana

Sumber dari tiga sampel di Yogyakarta dan Jabodetabek

4. PT Food Station Tjipinang Jaya dengan merek beras Alfamidi Setra Pulen, Setra Ramos, Pulen Wangi, Ramos Premium, Setra Pulen, dan Setra Ramos

Sumber dari sembilan sampel di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, dan Aceh.

Tags: beras oplosanBeras tak sesuai standarMentan temukan beras oplosanmenteri pertanianPANGAN
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jakarta, Jumat (27/3/2026) (ANTARA/Bayu Saputra)

WFH Jadi Strategi Baru Pemerintah Tekan Dampak Krisis Energi Global

byAdi Sunaryo
27/03/2026

Jakarta (Lampost.co)— Kebijakan work from home (WFH) yang tengah pemerintah siapkan, tidak sekadar menjadi pola kerja baru. Tetapi juga strategi...

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

Menkeu: WFH Tak Ganggu Produktivitas, Justru Hemat BBM

byAdi Sunaryo
27/03/2026

Jakarta (Lampost.co)— Pemerintah memastikan kebijakan work from home (WFH) tidak akan mengganggu produktivitas ekonomi nasional. Bahkan, skema kerja fleksibel ini...

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

Pemerintah Finalisasi Kebijakan WFH, Berlaku Usai Lebaran untuk Hemat Energi

byAdi Sunaryo
27/03/2026

Jakarta (Lampost.co)— Pemerintah memastikan kebijakan work from home (WFH) akan segera ditetapkan pada Maret 2026. Hal ini sebagai langkah strategis...

Berita Terbaru

Gelandang Timnas Italia Sandro Tonali (kiri)
Bola

Sandro Tonali Gemilang, Italia Bungkam Irlandia Utara 2-0 dan Melaju ke Final Play-off

byIsnovan Djamaludin
27/03/2026

Bergamo (Lampost.co)—Tim Nasional Italia menjaga asa untuk tampil di putaran final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Irlandia Utara dengan skor...

Read moreDetails
Penyerang Timnas Prancis, Kylian Mbappe (kanan)

Les Bleus Bungkam Selecao 2-1 meski Main 10 Orang

27/03/2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jakarta, Jumat (27/3/2026) (ANTARA/Bayu Saputra)

WFH Jadi Strategi Baru Pemerintah Tekan Dampak Krisis Energi Global

27/03/2026
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

Menkeu: WFH Tak Ganggu Produktivitas, Justru Hemat BBM

27/03/2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

Pemerintah Finalisasi Kebijakan WFH, Berlaku Usai Lebaran untuk Hemat Energi

27/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.