WAY KANAN — Partai NasDem memulai rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Way Kanan, Kamis (26/2/2026). Agenda perdana Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Lampung itu diawali pembagian 1.000 paket takjil di kawasan Pasar Baradatu, sebelum buka puasa bersama ratusan kader di kantor DPD NasDem setempat.
Way Kanan menjadi titik awal safari Ramadan tahun ini. Dari sudut pandang politik organisasi, pilihan tersebut bukan tanpa makna. Selain menjadi salah satu basis elektoral penting di Lampung, Way Kanan juga dinilai strategis sebagai simpul konsolidasi struktur partai di wilayah utara provinsi.
Rombongan DPW dipimpin Bendahara DPW NasDem Lampung Ir. Mardiana. Turut hadir sejumlah pengurus, di antaranya Rakhmat Husein DC, Yudha Al Hadjid, Icwanto Buyung, Dedi Damhudi, Misgustini, Rosianti, serta kader Garnita Malahayati—sayap perempuan NasDem.
Di Pasar Baradatu, kader membagikan takjil kepada warga dan pengendara yang melintas menjelang waktu berbuka. Aktivitas sosial ini menjadi pembuka rangkaian safari yang mengusung semangat berbagi di bulan suci.
Konsolidasi dan Ritme Organisasi
Usai pembagian takjil, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama sekitar 200 kader NasDem Way Kanan. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai forum konsolidasi internal.
Mewakili Ketua DPW NasDem Lampung, Rakhmat Husein DC menegaskan pentingnya menjaga soliditas dan kesinambungan kerja organisasi. Menurut dia, kekompakan pengurus dan kader menjadi fondasi utama pembesaran partai ke depan.
“Silaturahmi harus terus dirawat. Ritme organisasi tidak boleh kendor, apalagi setelah tahapan politik selesai. Justru di luar momentum pemilu inilah kerja-kerja pelayanan kepada masyarakat diuji,” ujarnya.
Husein juga menyampaikan arahan Ketua Umum Surya Paloh yang menekankan posisi politik NasDem sebagai partai yang harus hadir memberi manfaat bagi rakyat dan kemajuan bangsa. Ia mengingatkan seluruh struktur partai—mulai dari pengurus hingga anggota legislatif DPR RI, DPRD provinsi, dan kabupaten/kota—untuk bergotong royong memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Tidak boleh partai menjadikan rakyat semata-mata sebagai mesin pengumpul suara saat pemilu. Kehadiran politik harus dirasakan manfaatnya secara nyata,” kata dia.
Safari sebagai Ruang Sosial-Politik
Dari perspektif yang lebih luas, safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Tradisi ini menjadi ruang temu antara dimensi spiritual dan konsolidasi politik. Di satu sisi, kegiatan sosial seperti pembagian takjil memperkuat citra empati partai. Di sisi lain, forum buka puasa bersama menjadi wahana peneguhan barisan dan penyamaan visi pascapemilu.
Pengamat politik lokal menilai, pascapesta demokrasi, partai-partai perlu menjaga komunikasi horizontal dengan kader dan konstituen. Agenda berbasis keagamaan seperti Ramadan menjadi momentum efektif karena sarat nilai kebersamaan.
“Jika konsolidasi hanya dilakukan menjelang pemilu, partai akan kehilangan daya ikat dengan kader di akar rumput. Safari Ramadan dapat menjadi instrumen menjaga loyalitas dan semangat kolektif,” ujarnya.
Lanjut ke Lampung Utara
Rangkaian Safari Ramadan NasDem Lampung berlanjut Jumat (27/2/2026) di Kabupaten Lampung Utara. Selain jajaran DPW, agenda tersebut dijadwalkan dihadiri Koordinator Pemenangan Pemilu DPP NasDem Wilayah Lampung, Rachmawati Herdian.
Kehadiran unsur DPP menunjukkan bahwa safari ini juga mengandung pesan penguatan koordinasi vertikal antara pusat dan daerah. Dengan demikian, Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga periode konsolidasi struktural partai.
Melalui rangkaian kegiatan ini, NasDem berupaya menegaskan komitmennya sebagai partai yang aktif di tengah masyarakat, tidak hanya hadir dalam kontestasi elektoral, melainkan juga dalam kerja-kerja sosial dan penguatan organisasi.








