Bandar Lampung (Lampost co) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan pembaruan informasi cuaca selama periode awal mudik Lebaran. Secara umum kondisi atmosfer sebagian besar wilayah Indonesia masih relatif kondusif. Namun demikian, masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi hujan yang dapat besertai kilat/petir dan angin kencang beberapa wilayah.
Hal tersebut tersampaikan oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani. Ia mengingatkan masyarakat agar tetap tenang. Namun waspada dalam menyikapi perkembangan cuaca selama perjalanan mudik. Ia juga menekankan pentingnya merujuk pada sumber informasi resmi. Serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat terpastikan kebenarannya. Menurutnya, kesiapan masyarakat dalam memantau pembaruan prakiraan cuaca menjadi bagian penting. Terlebih dalam mendukung perjalanan yang aman dan nyaman.
“Tetap pantau informasi cuaca darat, laut, dan udara yang terbarui. Ini untuk menyesuaikan rencana perjalanan mudik melalui berbagai kanal resmi BMKG,” kata Faisal, dalam siarannya.
Kemudian Plt. Deputi Bidang Meteorologi, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) saat ini masih aktif pada wilayah selatan dan timur Indonesia. Kondisi tersebut, yang juga terikuti oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin sekitar wilayah Indonesia pada periode 13–20 Maret 2026.
Hal ini turut memperkuat dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan sebagian wilayah. Situasi ini juga dipengaruhi oleh kelembapan udara yang relatif tinggi serta kondisi atmosfer yang cukup labil.
Awan Cumulonimbus
Selanjutnya, Andri menyampaikan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat perkiraan terjadi. Apalagi pada periode 14–17 Maret sebagian wilayah Sumatera serta sebagian Jawa bagian tengah dan timur. Selanjutnya, pada periode 18–20 Maret 2026, peluang hujan juga dapat terjadi di sebagian wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.
Kemudian pada sektor penerbangan BMKG mengidentifikasi adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan cukup luas pada sebagian jalur mudik. Terutama wilayah Laut Maluku dan utara Papua. Peluang kemunculan awan ini perkiraannya mencapai lebih dari 75 persen. Ini berarti awan hujan berpotensi muncul cukup sering. Sehingga perlu menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan wilayah tersebut.
“BMKG juga memprediksi potensi gelombang tinggi lebih dari 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Maluku dan Perairan Utara Papua yang dapat mempengaruhi aktivitas transportasi laut. Selain itu, masyarakat pesisir wilayah Sumatera Utara, Sumatra Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan. Juga perlu mewaspadai potensi banjir rob yang perkiraan terjadi secara bergantian mulai 14 hingga 19 Maret 2026,” ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Plh. Direktur Meteorologi Publik, Ida Pramuwardani, merekomendasikan pemudik dan masyarakat untuk memantau informasi cuaca secara berkala melalui aplikasi InfoBMKG atau situs resmi http://www.bmkg.go.id. Sebelum memulai perjalanan, masyarakat juga perlu menyiapkan perlengkapan darurat. Kemudian meningkatkan kewaspadaan saat berkendara dalam kondisi hujan. Serta memastikan kondisi rumah aman dari potensi risiko hidrometeorologi sebelum ditinggalkan.
BMKG juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang. Kemudian hanya mempercayai informasi cuaca yang bersumber dari kanal resmi pemerintah. Ini guna menghindari penyebaran informasi yang tidak benar (hoaks).








