Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Lampung

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi.

Editor Triyadi Isworo
Sabtu, 20 Desember 2025 14.14 WIB
Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Lampung
Kapal Ferry sedang bersandar di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Provinsi Lampung. (Lampost.co/Triyadi Isworo)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi. Gelombang tinggi sejumlah wilayah perairan Provinsi Lampung mencapai 2.5 meter. Peringatan ini berlaku mulai 21 Desember 2025 pukul 07.00 WIB hingga 24 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.

Kemudian BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas IV Maritim Panjang menyampaikan pola angin wilayah perairan Lampung. Secara umum bergerak dari arah Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 2–20 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau pada Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Selatan Lampung. Teluk Lampung bagian selatan, serta Perairan Timur Lampung bagian utara.” Kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Panjang, Amalia Khoirunnisa dalam siarannya, Sabtu, 20 Desember 2025.

Selanjutnya BMKG memperingatkan potensi gelombang setinggi 1.25 hingga 2.5 meter yang berpeluang terjadi pada beberapa wilayah perairan. Meliputi Perairan Barat Lampung, Perairan Teluk Lampung bagian selatan dan Selat Sunda bagian selatan Lampung.

“Kondisi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Khususnya bagi kapal berukuran kecil hingga menengah,” himbaunya.

Kemudian BMKG mengimbau para nelayan dan pelaku aktivitas laut untuk meningkatkan kewaspadaan. Perahu nelayan sarannya tidak melaut apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 meter. Sementara itu, kapal tongkang waspada saat kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter.

Masyarakat pesisir, nelayan, serta operator transportasi laut terus memantau perkembangan cuaca maritim. Dan memperhatikan peringatan resmi dari BMKG guna menghindari risiko kecelakaan laut.

Selanjutnya BMKG menegaskan bahwa kondisi cuaca laut dapat berubah dengan cepat. Terutama pada periode peralihan dan musim hujan. Oleh karena itu, seluruh pihak untuk selalu mengutamakan keselamatan. Dan menunda aktivitas laut apabila kondisi cuaca yang berisiko.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI