Dorong Bahasa Lampung Masuk AI

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Lampung, Ganjar Jationo, menyoroti pentingnya pelestarian bahasa daerah di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).

Editor Asrul Septian Malik, Penulis Delima Natalia
Senin, 25 Mei 2026 08.26 WIB
Dorong Bahasa Lampung Masuk AI
Kadiskominfotik Pemprov Lampung Ganjar Jationo/Dok Adpim

Bandar Lampung (lampost.co) — Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Lampung, Ganjar Jationo, menyoroti pentingnya pelestarian bahasa daerah di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Ia menilai, jumlah penutur bahasa daerah yang terus menurun menjadi tantangan serius yang harus segera direspons.

Menurut Ganjar, pelestarian bahasa Lampung tidak bisa lagi berjalan secara konvensional. Pengembangan bahasa daerah perlu terintegrasi dengan teknologi digital agar tetap relevan di tengah generasi muda.

“Kalau bahasa daerah tidak masuk ke AI dan tidak akrab dengan teknologi digital, penggunaannya hanya berlangsung secara luring. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar bahasa Lampung tetap hidup di ruang digital,” ujar dia saat puncak Penganugerahan Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026 di Balai Keratun, Sabtu, 23 Mei 2026.

Ganjar juga mendorong para finalis Duta Bahasa ikut mengembangkan kamus AI bahasa Lampung dalam dua dialek. Langkah itu dinilai menjadi inovasi penting dalam upaya pelestarian budaya berbasis teknologi.

Ia mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan bahasa daerah di tengah tren penggunaan bahasa di media digital. Menurutnya, bahasa daerah merupakan identitas budaya yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

“Lampung memiliki kekayaan bahasa dan budaya yang luar biasa. Lampung juga mempunyai sistem aksara sendiri yang dapat menjadi pondasi pengembangan literasi,” katanya.

Ganjar berharap para finalis Duta Bahasa mampu menjadi teladan bagi generasi muda dalam mengampanyekan literasi serta membangun komunikasi yang positif, santun, dan edukatif, baik di lingkungan pendidikan maupun ruang digital.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI