Bandar Lampung (Lampost.co) — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas IV Maritim Panjang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang dan gelombang tinggi. Potensi ini yang berpotensi terjadi pada wilayah perairan Lampung mulai 23 Oktober 2025 hingga sepekan ke depan.
Sementara itu, dalam rilis resmi BMKG. Fenomena ini karena adanya konvergensi wilayah Laut Jawa yang memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang pada sejumlah perairan Lampung. Kecepatan angin perkiraannya bisa mencapai lebih dari 30 knot pada beberapa wilayah.
“Beberapa wilayah yang terdampak meliputi Perairan Timur Lampung Bagian Utara dan Selatan. Kemudian Teluk Lampung Bagian Utara dan Teluk Lampung Bagian Selatan,” himbau Prakirawan BMKG Lampung dalam siarannya, Kamis, 23 Oktober 2025.
Kemudian BMKG menjelaskan, peningkatan kecepatan angin ini juga dapat berdampak pada aktivitas pelayaran dan perikanan wilayah pesisir. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gelombang tinggi antara 1,25 hingga 4 meter.
“Teluk Lampung Bagian Utara dan Selatan (1,25–2,5 meter). Sementara Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Bagian Selatan (2,5–4,0 meter),” katanya.
Saran Keselamatan BMKG
Selanjutnya BMKG mengimbau masyarakat. Terutama para nelayan dan operator transportasi laut, untuk memperhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran.
Pertama, perahu nelayan berisiko jika angin melebihi 15 knot dan gelombang lebih dari 1,25 meter. Kedua, kapal tongkang berisiko pada angin lebih dari 16 knot dan gelombang lebih dari 1,5 meter. Ketiga, kapal feri perlu waspada bila angin melebihi 21 knot dengan gelombang lebih dari 2,5 meter. Keempat, kapal besar (kargo/pesiar) berisiko pada angin melebihi 27 knot dan gelombang melebihi 4 meter.
Kemudian Prakirawan BMKG Maritim Panjang menyebutkan, kondisi ini secara umum dapat mengganggu aktivitas pelayaran dan pesisir. Termasuk aktivitas bongkar muat pelabuhan dan perikanan darat. Selanjutnya masyarakat perlu waspada dan siaga terhadap potensi dampak cuaca ekstrem ini. Serta selalu memperhatikan update informasi cuaca maritim terbaru dari BMKG.
“Peningkatan angin juga terjadi sekitar pelabuhan dan pesisir. Sehingga masyarakat pesisir harapannya mengamankan perahu serta memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut,” demikian himbauan resmi BMKG Maritim Panjang.








