Bandar Lampung (Lampost.co) – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung mencatat beberapa subsektor ekonomi kreatif mengalami perkembangan.
Kepala Disparekraf provinsi lampung Bobby Irawan mengatakan, setidaknya terdapat 17 subsektor ekonomi kreatif yang ada di Lampung. Dari jumlah itu ada 4 yang sangat maju perkembangannya. “Ekonomi kreatif yang sangat maju perkembangannya belakangan ini yaitu kuliner, fashion, wastra dan kriya,” ujar Bobby, Kamis, 12 Oktober 2023.
Selain pertanian, industri kreatif adalah salah satu sektor yang memberikan kontribusi cukup tinggi bagi perekonomian nasional. Berbeda dengan sektor lain yang sangat tergantung pada sumber daya alam.
Dalam industri kreatif, sumber daya manusia adalah kekuatan utamanya. Badan ekonomi kreatif Indonesia (Bekraf) telah menetapkan 16 subsektor yang didukung dalam industri kreatif, di antaranya yaitu aplikasi dan pengembangan permainan, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, serta televisi dan radio.
“itu semua sangat mendukung dan berkaitan erat dengan pembangunan pariwisata lampung salah satu strategi pemerintah lakukan dengan menggelar event-event sebagai upaya untuk lebih memperkenalkan lagi potensi daerah yang ada,” kata dia.
Menurutnya, subsektor ekonomi kreatif seperti fashion dan wastra ini akan lebih ditingkatkan lagi manfaatnya sebagai bentuk upaya mendukung dan mengembangkan pariwisata di Lampung.
Pihaknya optimis ke depan pariwisata Lampung akan berkembang sejalan dengan subsektor ekonomi kreatif yang ada saat ini sebagai nilai jualnya. “Ekonomi kreatif yang ada di lampung salah satunya fashion atau wastra ini kekuatan kita yang harus dimanfaatkan sebagai bagian strategi untuk membangun dan mengembangkan pariwisata di Lampung,” kata dia.
Deni Zulniyadi







