Kalianda (Lampost.co) — Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Menko Pangan Zulkifli Hasan menanam jagung di Lampung Selatan sebagai dorongan nyata memperkuat ketahanan pangan nasional.
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan Polri bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendorong produksi pangan agar rantai distribusi berjalan lancar. “Polri siap mendukung kebijakan pemerintah. Ketahanan pangan menjadi kerja bersama yang terus kami percepat,” ujar Dedi.
Kegiatan yang menjadi bagian akselerasi produksi jagung nasional itu dengan menanam jagung di Kuartal IV di Lampung mencakup lahan 1.054,10 hektare yang tersebar di 15 kabupaten dan kota. Target panen dari area tersebut bisa mencapai 4.216,40 ton.
“Penanaman di lahan 89 hektare di Desa Ruguk dan Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, dengan estimasi panen sekitar 267 ton,” ujarnya.
Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi kontribusi Polri yang terus mendukung percepatan produksi jagung nasional. “Lampung punya potensi besar. Penanaman jagung harus menjadi gerakan bersama agar Indonesia menuju swasembada. Polri memberi contoh nyata,” kata Zulhas.
Polri memetakan potensi lahan nasional seluas 1.378.608,67 hektare yang mencakup 881.743,02 hektare lahan produktif dan 496.865,65 hektare lahan baku sawah. Dari potensi tersebut, Polri mengelola 633.945,06 hektare untuk penanaman jagung.
Hasil produksi jagung Polri pada Kuartal I sampai III 2025 mencapai 2.835.173 ton. Sementara penanaman Kuartal IV berjalan di lahan 412.898,32 hektare memiliki estimasi panen 1,65 hingga 4,12 juta ton.
Kontribusinya juga terlihat pada dukungan cadangan pangan pemerintah. Hingga 1 Desember 2025, Perum Bulog menyerap 99.185 ton jagung dari lahan binaan Polri. Angka itu setara 67,3 persen dari kapasitas gudang nasional 147.483 ton. Untuk wilayah Lampung, penyerapan mencapai 19.724 ton atau 84,8 persen dari target 23.250 ton.
Polri juga membangun 18 gudang ketahanan pangan di 12 provinsi, masing-masing berkapasitas 1.000 ton. Gudang tersebut memperkuat mutu, ketersediaan, dan stabilitas jagung nasional, terutama di masa panen.








