Bandar Lampung (Lampost.co): Pengelola usaha tahu dan tempe H. Tikno di Jagabaya, Bandar Lampung mulai menguji penggunaan daun pisang sebagai bahan pembungkus produk di tengah lonjakan harga plastik yang menekan pelaku usaha kecil.
Pengelola usaha mengambil langkah tersebut sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi pasar sekaligus untuk mengurangi ketergantungan pada plastik yang terus mengalami kenaikan harga.
Manager pabrik tahu dan tempe H. Tikno, Silvi, mengakui penggunaan daun pisang menghadirkan tantangan, terutama dalam hal efisiensi waktu produksi.
“Penggunaan daun pisang membutuhkan waktu lebih lama. Penggunaan plastik memungkinkan proses lebih cepat sehingga pabrik dapat mengolah hingga dua ton tahu dalam sehari,” ujar Silvi.
Meski menghadapi kendala tersebut, pihak manajemen tetap menjaga kualitas produksi di tengah tekanan biaya yang meningkat.
Silvi menegaskan manajemen belum menaikkan harga jual dan belum mengurangi ukuran produk.
“Kami tetap menjaga kualitas agar konsumen tidak mengalami kerugian,” kata Silvi.
Silvi berharap pemerintah segera menghadirkan solusi konkret terkait kenaikan harga plastik yang membebani pelaku usaha kecil, khususnya industri tahu dan tempe.
Ia menilai pelaku usaha membutuhkan dukungan kebijakan serta alternatif bahan kemasan dengan harga terjangkau. Hal itu agar usaha tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas maupun daya beli masyarakat.








