Pesawaran (Lampost.co) — Desa Sidodadi di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, terus menarik minat wisatawan berkat pesona hutan mangrove Cuku NyiNyi.
Kawasan itu menyimpan potensi besar di sektor ekowisata dan ekonomi kreatif. Namun, Sidodadi masih menghadapi kendala, mulai dari keterbatasan listrik hingga rendahnya literasi digital warga.
Dosen IIB Darmajaya Yan Aditiya Pratama, menyebut hambatan tersebut membuat pengelolaan wisata belum maksimal. Ia menjelaskan hal itu bersama mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa IIB Darmajaya.
“Program ini bagian dari pengabdian masyarakat dengan dukungan Kemendikdictisaintek melalui skema Pemberdayaan Masyarakat,” kata Yan.
Ada 21 mahasiswa bersama tiga dosen pendamping meluncurkan Program Serasi atau Solar Energy, Rambu Informasi, dan Sistem Informasi Desa. Program itu untuk membantu Desa Sidodadi bertransformasi menjadi desa digital berenergi bersih.
Yan menjelaskan Serasi menyiapkan lampu penerangan tenaga surya di sepanjang jalur wisata mangrove. Ada 15 titik penerangan yang kini aktif setiap malam dan memberi rasa aman bagi wisatawan.
“Teknologi ini memanfaatkan panel surya monokristalin 2.320 WP dengan sistem kontrol otomatis. Energinya tersimpan saat siang hari dan penggunaannya tanpa jaringan PLN,” ujarnya.
Selain mendukung penerangan, tim Serasi juga merancang website desa digital sebagai pusat promosi wisata dan etalase UMKM. Warga kini dapat memasarkan kerajinan, produk kelapa, dan hasil pertanian melalui katalog online. Ada 20 produk lokal masuk sistem dan dapat terakses pengunjung maupun pembeli luar daerah.
Mahasiswa juga melatih warga dalam literasi digital, mulai dari pembuatan konten, pengelolaan data, hingga pemasaran melalui media sosial. Pelaku UMKM dan pemuda Sidodadi kini lebih percaya diri memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar.
Kolaborasi mahasiswa dan masyarakat membuat program itu berkembang cepat. Mahasiswa dari berbagai jurusan, seperti Teknik Informatika, Sistem Komputer, DKV, Manajemen, dan Pariwisata, bekerja dalam satu tim.
Perkembangan Desa
Pemerintah Desa Sidodadi ikut terlibat dengan menyediakan lahan dan fasilitas, termasuk dukungan Pokdarwis Cuku NyiNyi yang kini mengelola sistem penerangan dan website secara mandiri.
Hasilnya terlihat jelas dalam satu tahun terdapat 15 lampu tenaga surya aktif menerangi lokasi wisata. Website desa menampilkan informasi wisata dan katalog UMKM. Sebanyak 30 warga mengikuti pelatihan digital, 20 produk masuk katalog daring, dan ratusan pengunjung mengakses situs desa Sidodadi.
Masyarakat merasa bangga karena teknologi yang terpasang kini mereka kelola sendiri. Sidodadi mulai terkenal sebagai desa wisata berbasis energi bersih dan sistem informasi modern di Lampung.
Dia menegaskan program itu menjadi bukti nyata inovasi sederhana mampu mengubah desa. Program tersebut mendukung SDGs poin 7 tentang energi bersih dan poin 8 terkait pertumbuhan ekonomi.
Inisiatif tersebut juga selaras dengan Asta Cita yang mendorong pembangunan dari pinggiran dan penguatan riset teknologi untuk masyarakat.
Sinergi mahasiswa, dosen, pemerintah desa, dan warga membawa Sidodadi melangkah menuju masa depan sebagai desa digital yang mandiri energi, berdaya saing, dan berkelanjutan.








