Bandar Lampung (Lampost.co) — Sejumlah harga bahan pokok di Pasar Pasir Gintung, Bandar Lampung terpantau mulai mengalami penurunan. Meskipun demikian kondisi tersebut belum diikuti dengan meningkatnya aktivitas belanja masyarakat.
Pantauan di Pasar Pasir Gintung, Bandar Lampung pada Senin, 5 Januari 2026, terlihat jumlah pengunjung belum kembali normal seperti sebelum Natal dan Tahun Baru.
Sejumlah pedagang mengaku transaksi harian masih menurun, bahkan pada jam-jam ramai yang biasanya banyak pembeli.
Salah seorang penjual sayur, Agus (35) mengatakan daya beli masyarakat belum pulih sepenuhnya. Menurutnya, meski harga komoditas mulai mengalami penurunan, pembeli masih cenderung menahan pengeluaran.
“Omzet menurun dari bulan kemarin, mungkin masyarakat masih pada menyesuaikan keuangannya masing-masing,” ujarnya.
Baca Juga:
Harga Pangan Melonjak Sepanjang 2025, Inflasi Tertinggi Sejak 2022 Tekan Warga
Harga Turun
Agus menjelaskan, harga cabai rawit lokal mulai mengalami penurunan di angka Rp75.000 per kilogram. Sedangkan cabai rawit dari luar daerah dengan harga Rp60.000 per kilogram.
Kemudian harga tomat Rp10.000 per kilogram dan harga bawang Rp45.000 per kilogram.
Meskipun demikian, penurunan harga belum berpengaruh terhadap kenaikan omzet para pedagang. Agus mengaku pendapatan harian masih jauh dari kondisi normal.
Kondisi serupa juga dirasakan penjual ayam, Ayu (38). Ia mengungkapkan penjualan ayam juga masih belum terlalu ramai pembeli.
“Pembeli mah ada aja cuma enggak seramai kondisi sebelum Natal dan Tahun Baru,” katanya.
Dari sisi konsumen, Pasar Pasir Gintung masih menjadi pilihan utama karena terdapat berbagai kebutuhan lengkap dan harga relatif murah.
Salah seorang pembeli, Riski (29) mengatakan harga di pasar masih lebih murah dari pada di swalayan.
“Harga bahan pokok di sini masih terbilang cukup tinggi. Tapi ya dibanding belanja di swalayan lebih murah di sini,” ujarnya.
(Fauzan Al Djabar/Magang)








