Bandar Lampung (Lampost.co) — Harga emas pada 2026 diproyeksikan akan terus melonjak dan diprediksi mencapai Rp2,9 juta. Kondisi itu melanjutkan lonjakan logam mulia signifikan hingga Rp1 juta atau sekitar 65 persen yang terjadi sepanjang 2025.
Dosen FEB Universitas Lampung, Muslimin, mengatakan kenaikan tajam sepanjang 2025 pengaruh banyak faktor. Dua di antaranya nilai tukar dan ketidakpastian global.
Emas umumnya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS. Ketika nilai dolar melemah, emas cenderung naik karena lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
“Selain itu, emas berperan sebagai safe haven atau lindung nilai. Investor sering membeli emas saat inflasi atau risiko ekonomi meningkat,” kata Muslimin, Rabu (7/1).
Menurutnya, suku bunga AS juga berdampak pada harga emas. Jika suku bunga naik, obligasi menarik investasi dari emas. Sebaliknya, suku bunga rendah bisa memperkuat emas. “Harga emas turun saat suku bunga AS naik karena investor pindah ke aset berbunga,” ujarnya.
Geopolitik Dorong Permintaan Emas
Ketidakpastian pasar keuangan dan gejolak ekonomi global turut mendorong permintaan emas. Investor dan negara cenderung memindahkan aset ke emas saat situasi global tak menentu.
Faktor geopolitik terbaru, termasuk ketegangan militer AS terhadap Venezuela, menciptakan kekhawatiran investor. Para pelaku pasar mencari instrumen yang aman dan stabil. Situasi itu kian memperkuat peran emas sebagai aset perlindungan nilai dalam portofolio investasi.
Apa Kata Para Analis Soal 2026?
Para analis global memiliki proyeksi bullish terhadap emas di 2026. Beberapa institusi besar memperkirakan harga emas masih berpotensi naik meski kenaikannya melambat daripada 2025.
Proyeksi Global
Goldman Sachs memproyeksikan emas naik sekitar 6–17 persen pada 2026 dengan target rata-rata sekitar US$4.900 per troy ounce pada akhir 2026. Sementara HSBC memperkirakan pergerakan bull wave emas mencapai sekitar US$5.000 per troy ounce dengan volatilitas tetap tinggi pada 2026.
Proyeksi Harga Emas Dalam Rupiah
Implikasi di Indonesia juga cukup kuat jika harga emas dunia terus menguat di 2026. Prediksi harga emas dalam rupiah menunjukkan tren positif. Menurut data Investing dan Bareksa, harga emas Antam bisa bergerak di dua skenario utama:
- Moderate: emas global sekitar US$4.500 per ons ⇒ emas domestik Rp2,46–Rp2,61 juta/gram
- Optimistic: emas global US$5.000 per ons ⇒ emas domestik Rp2,74–Rp2,90 juta/gram
Rentang itu mempertimbangkan kurs rupiah sekitar Rp16.500–Rp16.900 per dolar.
Faktor Pendorong Harga Emas 2026
Beberapa faktor yang dapat mempertahankan momentum kenaikan emas di 2026 antara lain:
- Bank sentral yang masih borong emas sebagai cadangan devisa.
- Permintaan ETF dan investasi ritel yang kembali meningkat.
- Kebijakan suku bunga rendah yang menekan biaya peluang memegang emas.
- Ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi di berbagai wilayah.
Risiko Potensial Harga Emas
Meski prospeknya positif, bukan berarti tren naik emas berjalan tanpa hambatan. Analis juga mencatat beberapa risiko:
- Kebijakan suku bunga yang tak kunjung turun bisa menekan emas.
- Penguatan dolar AS dapat menekan permintaan emas.
- Perubahan sentimen risk-on investor dapat mengalihkan modal ke aset lain.
(Restu Amalia)







