Jelang Iduladha, Penjual Bumbu Giling dan Santan Kebanjiran Orderan

Para ibu rumah tangga tampak rela mengantre demi mendapatkan bumbu jadi untuk mengolah daging kurban nantinya.

Editor Nur
Senin, 25 Mei 2026 17.49 WIB
Jelang Iduladha, Penjual Bumbu Giling dan Santan Kebanjiran Orderan
Menjelang Lebaran, permintaan santan dan bumbu siap pakai meningkat. Permintaan ini mempengaruhi harga pasar yang ikut mengalami kenaikan. (Fauzan Al Djabar/Magang)

Bandar Lampung(Lampost.co)— Menjelang Hari Raya Iduladha yang tinggal menghitung hari, aktivitas di Pasar Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan tampak lebih ramai dari biasanya. Salah satu komoditas yang paling diburu oleh masyarakat adalah bumbu masak giling dan santan kelapa siap pakai.

Pantauan di lokasi pada dua hari menjelang (H-2) Lebaran, lapak-lapak penjual bumbu giling dan kelapa parut terus padat oleh pembeli sejak pagi hari.

Para ibu rumah tangga tampak rela mengantre demi mendapatkan bumbu jadi untuk mengolah daging kurban nantinya.

Salah seorang pedagang bumbu giling di Pasar Jatimulyo, Rahman (42), mengaku mengalami lonjakan permintaan yang sangat signifikan dibandingkan hari-hari biasa. Lonjakan ini bahkan sudah terasa sejak tiga hari terakhir.

“Alhamdulillah, berkah Iduladha. Kalau hari biasa paling habis beberapa kilogram saja. Tapi jelang Lebaran begini permintaan naik sampai tiga kali lipat. Bumbu yang paling banyak warga cari itu bumbu rendang, gulai, sop, dan bumbu sate,” ujar Rahman saat di sela-sela kesibukannya melayani pembeli, Senin, 25 Mei 2026.

Stok Rempah- Rempah

Untuk mengantisipasi antrean yang panjang, Rahman mengaku sudah menyiapkan stok rempah-rempah lebih banyak.

Ia juga mulai menggiling bumbu sejak subuh dini hari. Harga bumbu giling sendiri menjual bervariasi mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000 per ons. Tergantung jenis bumbu dan kelengkapan resepnya.

“Kami sudah menyiapkan jualan dari subuh biar antrian tidak terlalu panjang. Harganya pun kita jual tidak terlalu tinggi tergantung permintaan dan ketersediaan,” tambah Rahman.

Kondisi serupa juga terlihat di lapak penjualan santan kelapa kental. Permintaan kelapa parut dan santan segar meningkat pesat karena menjadi bahan baku utama pendamping olahan daging kurban seperti rendang dan gulai.

Siti (38), seorang ibu rumah tangga asal Jatimulyo, memilih membeli bumbu giling dan santan siap pakai karena menilai lebih praktis dan menghemat waktu.

“Sengaja beli sekarang mas, takutnya besok makin ramai dan antre panjang. Kalau beli bumbu giling kan praktis, tinggal tumis dan campur ke daging. Harganya juga masih ramah di kantong,” kata Siti.

Meski terjadi lonjakan permintaan, para pedagang di Pasar Jatimulyo mengaku tidak menaikkan harga secara signifikan demi menjaga stabilitas pelanggan. Omzet para pedagang bumbu dan santan ini diprediksi akan terus meningkat hingga malam takbiran mendatang.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI