• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 12/02/2026 06:09
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Keberadaan Ritel Modern dan Tradisional Perlu Regulasi Jelas

Pelaku UMKM tetap bertahan secara mandiri tanpa dukungan nyata dari jaringan minimarket besar.

EffranbyEffran
01/11/25 - 21:15
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Warung Madura menjadi inspirasi toko kelontongan di Bandar Lampung.

Warung Madura menjadi inspirasi toko kelontongan di Bandar Lampung. (Foto: PKL/ Deswita Embe Antika dan Salsa Fadilah)

Jakarta (Lampost.co) — Polemik antara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan pelaku usaha ritel modern terus bergulir. Pernyataan Cak Imin yang menyebut ritel seperti Alfamart dan Indomaret menjadi pembunuh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menuai beragam tanggapan. Termasuk dari pelaku usaha tradisional dan asosiasi ritel nasional.

Pendiri Perhimpunan Warung Madura Indonesia (PWMI), Moh Zainal Alim, menilai anggapan ritel modern membunuh UMKM tidak relevan di masa kini. Keberadaan minimarket kini menyatu dengan ekosistem ekonomi masyarakat.

“Kalau pernyataan itu muncul 10 atau 15 tahun lalu mungkin masih bisa diperdebatkan. Sekarang jumlah Indomaret lebih dari 22 ribu, Alfamart lebih dari 23 ribu. Mereka jadi bagian dari kehidupan ekonomi,” ujar Zainal, Jumat (31/10/2025).

Namun, ia mengakui ritel modern belum berkontribusi langsung terhadap promosi atau peningkatan kapasitas warung tradisional. Menurutnya, pelaku UMKM tetap bertahan secara mandiri tanpa dukungan nyata dari jaringan minimarket besar.

“Promosi atau bantuan dari mereka nggak ada. Warung tetap berdiri sendiri, belanja juga ke agen,” jelasnya.

Zainal menilai, pemerintah perlu membuat regulasi yang adil agar ritel modern tidak semakin mendesak UMKM. Terutama di wilayah pedesaan yang belum memiliki akses pasar yang luas.

“Regulasi harus jelas. Misalnya batasi jam operasional, jangan lewat jam 21.00 WIB, atau cukup satu swalayan di satu kecamatan. Jangan sampai ritel besar masuk ke desa-desa,” katanya.

Meski begitu, Zainal tetap optimistis warung tradisional masih bisa bertahan. Ia menyebut rezeki setiap usaha sudah diatur, tinggal cara memperkuat daya saing.

“Rezeki semut nggak akan tertukar dengan rezeki gajah. Tinggal kita perbanyak semut-semutnya supaya kuat bersaing,” ujarnya.

Gaya Hidup Masyarakat Modern

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah, menolak anggapan ritel modern mematikan UMKM. Ia menegaskan minimarket justru menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.

“Kata ‘membunuh’ itu salah tafsir. Warung tradisional punya cirinya sendiri, begitu juga ritel modern. Kami semua tetap patuh aturan pemerintah,” ungkap Budihardjo.

Ia menambahkan, ritel modern justru banyak memasarkan produk lokal dan membantu distribusinya hingga ke berbagai daerah. Menurutnya, sekitar 80 persen produk yang dijual di jaringan minimarket berasal dari produsen lokal.

“Produk lokal masih mendominasi penjualan. Ritel modern bantu mereka menembus pasar yang lebih luas,” tegasnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Solihin, juga membantah tudingan tersebut. Ia menjelaskan kerja sama antara ritel modern dan UMKM sudah berjalan lama. “Kami bantu UMKM sejak puluhan tahun lalu. Bahkan mereka punya tempat khusus di gondola ritel modern,” ujar Solihin.

Ia mencontohkan sebuah UMKM di Purwakarta yang memproduksi pilus. Setelah bekerja sama dengan jaringan minimarket, omzetnya melonjak dari jutaan menjadi miliaran rupiah.

“Banyak produk kecil yang naik kelas berkat kerja sama ini. Jadi bukan soal siapa membunuh siapa, tapi cara kita tumbuh bersama,” pungkasnya.

Tags: ALFAMARTAprindoCak Iminekonomi rakyatHIPPINDOIndomaretregulasi ritelritel modernUMKM IndonesiaWarung madura
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Pembinaan Peternak Sapi Lokal untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Pembinaan Peternak Sapi Lokal untuk Perkuat Ketahanan Pangan

byMustaan
11/02/2026

Lampung Selatan (Lampost.co) — Penguatan ketahanan pangan berbasis protein hewani terus begerak di Lampung. Salah satunya PT Juang Jaya Abdi...

Suasana Pasar Rabu yang berlokasi di Kampung Baru, Jalan Bumi Manti I, Kecamatan Labuhanratu, Kampungbaru, Bandar Lampung, baru-baru ini. Pasar tersebut beroperasi setiap Rabu sore. (LAMPUNG POST/INTAN)

Amankan Stok Pangan Ramadan, BI dan TPID Lampung Perkuat Distribusi

byDelima Napitupulu
11/02/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Menjelang siklus peningkatan konsumsi pada periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Lampung...

Ilustrasi

Defisit 3 Persen Harga Mati, Kemenkeu Bidik Rasio Utang Stabil 40%

byDelima Napitupuluand1 others
11/02/2026

Jakarta (lampost.co)--Kementerian Keuangan komit menjaga disiplin fiskal di tengah kondisi ekonomi global. Wamenkeu, Juda Agung, memastikan pemerintah akan mempertahankan rasio...

Berita Terbaru

Bangun Ekosistem Perlindungan yang Tepat untuk Cegah Ragam Kekerasan terhadap Anak
Humaniora

Tingkatkan Keamanan Pangan Demi Wujudkan Kualitas SDM yang Lebih Baik

byRicky Marlyand1 others
11/02/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Peningkatan keamanan pangan membutuhkan kebijakan yang tepat demi mewujudkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang...

Read moreDetails
Pemprov Lampung Tak Wajibkan ASN Ikut Penerbangan Perdana ke Kuala Lumpur

Pemprov Lampung Tak Wajibkan ASN Ikut Penerbangan Perdana ke Kuala Lumpur

11/02/2026
08OLAHRAGA-FA1 (foto pendamping HL)-11FEB

Persib Takluk 0-3 dari Ratchaburi di Leg Pertama 16 Besar ACL 2

11/02/2026
Gubernur Jateng1

Backlog Perumahan Jawa Tengah Berkurang 274 Ribu Unit pada 2025

11/02/2026
Korlantas Polri Cek Jalur dan Titik Posko Mudik di Bandar Lampung

Korlantas Polri Cek Jalur dan Titik Posko Mudik di Bandar Lampung

11/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.