• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 01/12/2025 01:02
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Keberadaan Ritel Modern dan Tradisional Perlu Regulasi Jelas

Pelaku UMKM tetap bertahan secara mandiri tanpa dukungan nyata dari jaringan minimarket besar.

EffranbyEffran
01/11/25 - 21:15
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Warung Madura menjadi inspirasi toko kelontongan di Bandar Lampung.

Warung Madura menjadi inspirasi toko kelontongan di Bandar Lampung. (Foto: PKL/ Deswita Embe Antika dan Salsa Fadilah)

Jakarta (Lampost.co) — Polemik antara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan pelaku usaha ritel modern terus bergulir. Pernyataan Cak Imin yang menyebut ritel seperti Alfamart dan Indomaret menjadi pembunuh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menuai beragam tanggapan. Termasuk dari pelaku usaha tradisional dan asosiasi ritel nasional.

Pendiri Perhimpunan Warung Madura Indonesia (PWMI), Moh Zainal Alim, menilai anggapan ritel modern membunuh UMKM tidak relevan di masa kini. Keberadaan minimarket kini menyatu dengan ekosistem ekonomi masyarakat.

“Kalau pernyataan itu muncul 10 atau 15 tahun lalu mungkin masih bisa diperdebatkan. Sekarang jumlah Indomaret lebih dari 22 ribu, Alfamart lebih dari 23 ribu. Mereka jadi bagian dari kehidupan ekonomi,” ujar Zainal, Jumat (31/10/2025).

Namun, ia mengakui ritel modern belum berkontribusi langsung terhadap promosi atau peningkatan kapasitas warung tradisional. Menurutnya, pelaku UMKM tetap bertahan secara mandiri tanpa dukungan nyata dari jaringan minimarket besar.

“Promosi atau bantuan dari mereka nggak ada. Warung tetap berdiri sendiri, belanja juga ke agen,” jelasnya.

Zainal menilai, pemerintah perlu membuat regulasi yang adil agar ritel modern tidak semakin mendesak UMKM. Terutama di wilayah pedesaan yang belum memiliki akses pasar yang luas.

“Regulasi harus jelas. Misalnya batasi jam operasional, jangan lewat jam 21.00 WIB, atau cukup satu swalayan di satu kecamatan. Jangan sampai ritel besar masuk ke desa-desa,” katanya.

Meski begitu, Zainal tetap optimistis warung tradisional masih bisa bertahan. Ia menyebut rezeki setiap usaha sudah diatur, tinggal cara memperkuat daya saing.

“Rezeki semut nggak akan tertukar dengan rezeki gajah. Tinggal kita perbanyak semut-semutnya supaya kuat bersaing,” ujarnya.

Gaya Hidup Masyarakat Modern

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah, menolak anggapan ritel modern mematikan UMKM. Ia menegaskan minimarket justru menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.

“Kata ‘membunuh’ itu salah tafsir. Warung tradisional punya cirinya sendiri, begitu juga ritel modern. Kami semua tetap patuh aturan pemerintah,” ungkap Budihardjo.

Ia menambahkan, ritel modern justru banyak memasarkan produk lokal dan membantu distribusinya hingga ke berbagai daerah. Menurutnya, sekitar 80 persen produk yang dijual di jaringan minimarket berasal dari produsen lokal.

“Produk lokal masih mendominasi penjualan. Ritel modern bantu mereka menembus pasar yang lebih luas,” tegasnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Solihin, juga membantah tudingan tersebut. Ia menjelaskan kerja sama antara ritel modern dan UMKM sudah berjalan lama. “Kami bantu UMKM sejak puluhan tahun lalu. Bahkan mereka punya tempat khusus di gondola ritel modern,” ujar Solihin.

Ia mencontohkan sebuah UMKM di Purwakarta yang memproduksi pilus. Setelah bekerja sama dengan jaringan minimarket, omzetnya melonjak dari jutaan menjadi miliaran rupiah.

“Banyak produk kecil yang naik kelas berkat kerja sama ini. Jadi bukan soal siapa membunuh siapa, tapi cara kita tumbuh bersama,” pungkasnya.

Tags: ALFAMARTAprindoCak Iminekonomi rakyatHIPPINDOIndomaretregulasi ritelritel modernUMKM IndonesiaWarung madura
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

UMKM di Lampung Ketiban Rezeki Selama Ijtima’ Ulama Dunia

UMKM di Lampung Ketiban Rezeki Selama Ijtima’ Ulama Dunia

byRicky Marlyand1 others
30/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kegiatan Ijtima’ Ulama Dunia di Kota Baru membawa berkah besar bagi para pelaku usaha mikro, kecil,...

Ijtima’ Ulama Dunia Dorong Perputaran Ekonomi di Lampung

Ijtima’ Ulama Dunia Dorong Perputaran Ekonomi di Lampung

byRicky Marlyand1 others
30/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Penyelenggaraan Ijtima’ Ulama Dunia dan Tabligh Akbar Indonesia Berdoa di kawasan Kota Baru tidak hanya menjadi...

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Antara/Imamatul Silfia)

Menkeu Purbaya Beri Syarat Baru untuk Cairkan Dana Desa

byEffran
30/11/2025

Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah mengubah aturan penyaluran dana desa untuk tahun anggaran 2025. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerbitkan regulasi...

Berita Terbaru

Marinir Perkuat Peran Sosial dan Gelar Beragam Lomba
Humaniora

Marinir Perkuat Peran Sosial dan Gelar Beragam Lomba

byWandi Barboyand1 others
30/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co): Korps Marinir TNI AL memperkuat peran sosialnya melalui rangkaian kegiatan besar dalam perayaan HUT ke-80. Marinir menggelar...

Read moreDetails
Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025 Berakhir Khidmat, 575 Ribu Jemaah Padati Kota Baru

Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025 Berakhir Khidmat, 575 Ribu Jemaah Padati Kota Baru

30/11/2025
Teknisi Reklame Tersetrum, Luka Bakar Capai 80 Persen

Teknisi Reklame Tersetrum, Luka Bakar Capai 80 Persen

30/11/2025
Pangkormar Jamin Tempat Tinggal Prajurit Terdampak Bencana Sumatra

Pangkormar Jamin Tempat Tinggal Prajurit Terdampak Bencana Sumatra

30/11/2025
Tim Gabungan Satreskrim Polresta Bandar Lampung menangkap pemuda yang tega membunuh bibinya sendiri kemudian mencuri motor dan smartphone untuk judi online. Dok. Polres Bandar Lampung

Pembunuh Wiwik Safitri Pengguna Obat Psikotropika

30/11/2025
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.