• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 21/03/2026 04:50
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Keluhan Pedagang Akibat Gempuran Marketplace

Aktivitas jual beli di pasar tersebut terus menurun seiring pergeseran konsumen ke platform digital.

EffranbyEffran
21/01/26 - 00:30
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Suasana pedagang di Pasar Bambukuning, Bandar Lampung, Selasa, 20 Januari 2026. Lampost.co/Restu Amalia

Suasana pedagang di Pasar Bambukuning, Bandar Lampung, Selasa, 20 Januari 2026. Lampost.co/Restu Amalia

ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co) — Bandar Lampung memasuki fase perubahan besar dalam pola perdagangan. Pasar Bambukuning, salah satu pusat niaga legendaris kini menghadapi tekanan berat akibat masifnya belanja online. Aktivitas jual beli di pasar tersebut terus menurun seiring pergeseran konsumen ke platform digital.

Jupri, pedagang sprei sejak 1971, merasakan dampak paling nyata. Ia mengaku omzet tokonya turun drastis dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, pembeli kini jarang datang langsung ke pasar karena lebih memilih berbelanja melalui marketplace.

Kondisi Pasar Bambukuning semakin memprihatinkan. Dari seluruh kios yang ada, hanya sekitar 70 persen masih bertahan. Sisanya tutup karena pedagang tidak sanggup membayar biaya sewa. Kios milik pribadi masih beroperasi, tetapi kios kontrakan nyaris tidak ada peminat.

Ia membandingkan kondisi saat ini dengan masa lalu. Dulu, sewa kios di Pasar Bambukuning bisa mencapai Rp50 juta hingga Rp60 juta per tahun.

“Harga sewa Rp10 juta pun sulit menarik minat pedagang. Bambukuning bisa saja kosong dalam beberapa tahun ke depan,” kata jupri.

Dia mengaku tidak mampu mengikuti tren penjualan online. Faktor usia menjadi kendala utama. Ia tidak terbiasa menggunakan ponsel pintar dan teknologi digital, sehingga kesulitan beradaptasi dengan sistem perdagangan modern.

Pedagang Bambukuning Tersisa Kurang 100

Senada, Slamet, pedagang pakaian yang berjualan sejak era Presiden Soeharto, menyebut jumlah konsumen yang datang langsung ke toko terus berkurang. Dia menilai situasi ekonomi nasional yang melemah turut memperparah kondisi pasar tradisional.

Menurut dia, dari sekitar 400 toko yang tersedia di gedung Pasar Bambukuning, jumlah yang masih beroperasi tidak mencapai 100 toko. Banyak pedagang terpaksa menutup usaha karena tidak mampu menutup biaya operasional.

Namun, Slamet memilih bertahan dengan memanfaatkan marketplace sebagai saluran penjualan utama. Para pedagang menilai tekanan yang mereka hadapi bukan lagi persoalan internal pasar.

“Perubahan sistem perdagangan digital datang dari arah kebijakan dan perkembangan zaman karena menyadari perdagangan online tidak mungkin berhenti,” kata dia.

Para pedagang khawatir Pasar Bambu Kuning akan kehilangan fungsinya jika tidak ada solusi konkret. Sepinya pengunjung berisiko mematikan roda ekonomi kawasan tersebut.

Denyut ekonomi lokal yang selama puluhan tahun hidup di Bambu Kuning bisa menghilang secara perlahan jika pasar terus konsumen tinggalkan.

Tags: belanja onlinedampak marketplaceomzet pedagang turunPasar Bambu Kuningpasar tradisional Lampungpedagang pasar tradisionalperdagangan digital
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Arus mudik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan menuju Merak, Provinsi Banten, terpantau landai pada Jumat atau H-1 Lebaran 2026.

H-1 Lebaran Arus Mudik di Pelabuhan Bakauheni Terpantau Landai

byNurand1 others
20/03/2026

Bakauheni (Lampost.co)---- Arus mudik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan menuju Merak, Provinsi Banten, terpantau landai pada Jumat atau H-1 Lebaran...

Aktivitas pemudik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, menuju Merak, Banten, mengalami lonjakan volume kendaraan pada puncak arus mudik Lebaran 2026.

Pemudik di Pelabuhan Bakauheni Alami Lonjakan Volume Kendaraan

byNurand1 others
20/03/2026

Bakauheni (Lampost.co)---- Aktivitas pemudik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, menuju Merak, Banten, mengalami lonjakan volume kendaraan pada puncak arus mudik...

Kendaraan pemudik sedang melakukan antrian masuk kapal laut menyeberangi Selat Sunda. Dok ASDP

ASDP Terapkan Tiket Tunggal hingga 20 Maret, Arus Mudik Merak Tetap Terkendali

byNur
20/03/2026

Kalianda (Lampost.co)--- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menginformasikan bahwa penerapan kebijakan tiket tunggal (single ticketing) untuk periode arus mudik Lebaran...

Berita Terbaru

Warga antusias mengikuti takbiran Hari Raya Idul Fitri berlangsung meriah di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat, 20 Maret 2026. (FOTO: Lampost.co / Intan Tyas)
Lampung

Ribuan Warga Kecamatan Palas Antusias Lantunkan Takbir Keliling

byTriyadi Isworo
20/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Suasana malam takbiran Hari Raya Idul Fitri berlangsung meriah di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat,...

Read moreDetails
Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana dan Forkopimda saat memberikan keterangan pers usai monitor malam takbiran di Pos Yan Masjid Al Bakrie, Jumat, 20 Maret 2026. Dok

Polda Lampung Terjunkan 3.900 Personel Gabungan Amankan Malam Takbiran

20/03/2026
Warga Pekon Way Jambu, Pesisir Selatan, digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki mengapung di Muara, Pasar Senen, Jumat, 20 Maret 2026. Dok Warga

Peratin Pagar Dalam Pesisir Barat Tewas Mengapung di Muara Senin

20/03/2026
Arus mudik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan menuju Merak, Provinsi Banten, terpantau landai pada Jumat atau H-1 Lebaran 2026.

H-1 Lebaran Arus Mudik di Pelabuhan Bakauheni Terpantau Landai

20/03/2026
Aktivitas pemudik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, menuju Merak, Banten, mengalami lonjakan volume kendaraan pada puncak arus mudik Lebaran 2026.

Pemudik di Pelabuhan Bakauheni Alami Lonjakan Volume Kendaraan

20/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.