Jakarta (Lampost.co) — PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mencatat peningkatan trafik penggunaan data. Kondisi itu terjadi sepanjang libur Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1445 H pada 4 April 2024–14 April 2024 di Sumatra.
Data dari Customer Experience and Service Operation Center XL Axiata Tower, Jakarta, menunjukkan kenaikan trafik data rata-rata se Sumatra sekitar 11% dari hari biasa. Sementara secara nasional, kenaikan trafik mencapai lebih dari 16%.
Lonjakan trafik tertinggi terjadi di Asahan, Sumatra Utara mencapai 28%. Kenaikan itu seiring banyaknya masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Direktur and Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, mengatakan pihaknya menyiapkan lonjakan trafik dari semua aspek sejak jauh hari. Termasuk langkah antisipasi dan tim yang bersiaga untuk menangani adanya masalah jaringan.
“Sesuai prediksi, pada masa liburan itu terjadi kenaikan trafik data yang signifikan. Adapun akses streaming video melalui media sosial cukup tinggi. Kami juga melihat data perpindahan masyarakat dari satu area ke area lainnya begitu dinamis,” kata Darma, Senin, 22 April 2024.
BACA JUGA: XL Axiata Siap Hadapi Lonjakan Trafik Layanan
Dia menyebut trafik layanan itu dengan dominasi streaming 59%, web browsing 18% dan sosial media 15%. Pada layanan streaming terdapat kenaikan trafik di sejumlah aplikasi, khususnya layanan berbasis gim hingga 135%. Kemudian YouTube naik 17%, TikTok 14%, Netflix 42%, dan Spotify 23%.
Untuk layanan Instant Messenger, trafik pemakaian layanan WhatsApp meningkat 59%. Sementara itu, layanan social network, seperti X meningkat 25% dan Meta (Facebook) 15%.
Sementara web browsing naik 20% dan belanja online 650%. Untuk layanan peta seperti Google Map dan Waze naik sekitar 154%.
Jabodetabek Turun
Dia menilai trafik layanan di Jabodetabek memang mengalami penurunan hingga 7%. Penurunan trafik di Jabodetabek itu sesuai tingginya perpindahan lokasi pelanggan selama lebaran ke provinsi lain hingga 30%.
Group Head XL Axiata West Region, Desy Sari Dewi, menjelaskan selain banyaknya pelanggan yang pulang kampung, kenaikan trafik juga terjadi di sejumlah lokasi wisata antara 25% hingga 458%.
Kenaikan itu terjadi di area Danau Toba sebagai destinasi wisata super prioritas hingga 30%. Kemudian di sejumlah bandar udara dan pelabuhan antara 38% hingga 125%. Sementara kenaikan trafik di sepanjang tol trans Sumatra rata-rata mengalami kenaikan trafik 185%.
Tingkat Kenaikan Trafik
Kenaikan trafik dasarkan provinsi
1. Jawa Tengah kenaikan 32%
2. Nusa Tenggara Barat, 21%
3. Lampung, 19%
4. Sumatera Barat, 17%
5. Nanggroe Aceh Darussalam, 16%
6. Jawa Timur, 15%
7. Sumatera Utara, 14%
8. Sumatera Selatan, 13%
9. Jawa Barat, 13%
10. Kalimantan Selatan, 7%
Kenaikan trafik tertinggi di kota/kabupaten
1. Kab. Kebumen, Jawa Tengah, naik 68%
2. Kab. Cilacap, Jawa Tengah, 58%
3. Kab. Pemalang, Jawa Tengah, 53%
4. Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat, 52%
5. Kab. Brebes, Jawa Tengah, 50%
6. Kab. Tegal, Jawa Tengah, 48%
7. Kab. Pandeglang, Banten, 47%
8. Kab. Indramayu, Jawa Barat, 39%
9. Kab. Sukabumi, Jawa Barat, 37%
10. Kab. Garut, Jawa Barat, 36%
Trafik tertinggi kabupaten/kota di Sumatra
1. Kab. Asahan, Provinsi Sumatera Utara, naik sebesar 28%
2. Kab. Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, naik sebesar 28%
3. Kab. Serdang Berdagai, Provinsi Sumatera Utara, naik sebesar 28%
4. Kab. Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, naik sebesar 26%
5. Kab. Lampung Tengah, Provinsi Lampung, naik sebesar 26%
6. Kab. Lampung Utara, Provinsi Lampung, naik sebesar 25%
7. Kab. Langkat, Provinsi Sumatera Utara, naik sebesar 25%
8. Kab. Lampung Selatan, Provinsi Lampung, naik sebesar 23%
9. Kab. Agam, Provinsi Sumatera Barat, naik sebesar 23%
10. Kab. Lampung Timur, Provinsi Lampung, naik sebesar 19%






