Bandar Lampung (Lampost.co) — Rencana pengoperasian layanan taksi listrik masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kesiapan infrastruktur pendukung yakni kesiapan SPKLU.
Poin penting :
1. Infrastruktur pendukung harus jadi perhatian dalam pembangunan taksi listrik.
2. Taksi listrik jangan sampai jadi transportasi umum sesaat saja.
3. Kehadiran taksi listrik jadi inovasi baik dan positif.
Ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menjadi faktor penting yang perlu jadi perhatian sejak tahap perencanaan.
Pakar Transportasi Institut Teknologi Sumatra (ITERA), Abi Berkah Nadi mengatakan kesiapan lokasi pengisian daya menjadi tantangan utama dalam pengoperasian taksi listrik.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan infrastruktur tersebut tersedia pada wilayah operasional.
Ia menyebut, ketersediaan SPKLU perlu jadi perhatian secara serius, khususnya pada Kota Bandar Lampung dan daerah lain yang menjadi cakupan layanan.
Baca juga : Pemprov Lampung Targetkan 101 Titik SPKLU Dapat Beroperasi pada 2026
Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, layanan taksi listrik cukup sulit berjalan optimal.
“Tantangan utamanya adalah bagaimana mengakomodir lokasi charging. Ini harus jadi perhatian sejak awal, karena berbeda dengan kendaraan berbahan bakar minyak,” kata dia, Senin, 19 Januari 2026.
Meski menghadapi tantangan infrastruktur, Abi menilai kehadiran taksi listrik tetap berpotensi menjadi inovasi baru dalam sistem transportasi Lampung. Inovasi tersebut dapat menambah pilihan layanan transportasi bagi masyarakat.
Menurutnya, layanan taksi listrik berpeluang mendapat respons positif dari masyarakat, terutama wilayah perkotaan. Antusiasme publik dapat menjadi modal awal dalam pengembangan layanan tersebut.
“Dari pandangan saya terkait dengan adanya taksi listrik ini mungkin akan antusias yang sangat baik, baik dari warga Kota Bandar Lampung dan juga beberapa nanti daerah lain,” dia memungkasi.








