Bandar Lampung (Lampost.co) — Mengakhiri Triwulan I tahun 2026, perekonomian dan kondisi fiskal Provinsi Lampung menunjukkan resiliensi di tengah tingginya ketidakpastian global.
Meski ada ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengancam stabilitas pasokan energi serta kebijakan moneter ketat Amerika Serikat, fundamental ekonomi Lampung tetap terjaga.
Hal ini tercermin dari surplus neraca perdagangan, inflasi yang terkendali, serta peran APBN sebagai shock absorber yang dioptimalkan untuk menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat fondasi pertumbuhan regional.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung, Purwadhi Adhiputranto, mengemukakan kondisi politik global yang masih fluktuatif. Neraca dagang Lampung masih memertahankan surplus dinamika global.
“Hal ini memberikan dampak bervariasi terhadap komoditas unggulan Lampung,” ujar Purwadhi di acara Press Conference APBN Lampung (Realisasi 31 Maret 2026), Selasa, 12 Mei 2026.
Purwadhi menjelaskan untuk harga batubara dan CPO terpantau menguat tipis, dengan harga referensi CPO Maret 2026 berada di level 938,87 USD/MT (naik 2,22% mtm).
Namun, harga karet dan Kakao terkoreksi tajam akibat penurunan permintaan industri global. Harga patokan ekspor (HPE) biji kakao turun signifikan sebesar -30,44% (mtm) menjadi 3.722 USD/MT.
Kondisi ini turut menekan Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung yang turun -1,49% (mtm) menjadi 124,92 pada Maret 2026. Terutama pada subsektor hortikultura dan perkebunan rakyat.
Meski demikian, berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung hingga rilis ini, kinerja perdagangan luar negeri Lampung pada Februari 2026 tetap mencatatkan surplus sebesar US$389,33 juta.
“Secara bulanan, ekspor terkontraksi -1,57% (mtm) akibat penurunan di sektor pertambangan dan pertanian. Namun industri pengolahan justru tumbuh positif 7,13% (mtm),” sebutnya.
Di sisi lain, impor melonjak 16,13% (mtm) yang mendorong secara masif oleh impor barang modal (meningkat 103,39% mtm). Memberikan sinyal optimisme atas penguatan kapasitas produksi industri Lampung ke depan. Surplus perdagangan yang terjaga mencerminkan sektor eksternal Lampung masih bertahan di tengah ketidakpastian global.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update