Chef Arnold sindir tajam Red Koki soal sertifikat Executive Chef yang viral di Threads. Simak perdebatan soal klaim 13 negara ASEAN dan balasan satire Chef Arnold.
Jakarta (LAmpost.co) – Dunia kuliner kini tengah heboh karena sindiran tajam Chef Arnold Poernomo kepada konten kreator Red Koki. Masalah ini bermula saat Henny Maria alias Red Koki mengunggah sertifikat profesi dari BNSP melalui platform Threads. Ia mengklaim dirinya kini menyandang jabatan “Executive Chef” yang diakui oleh 13 negara ASEAN. Unggahan pada Sabtu, 9 Mei 2026 tersebut langsung memicu perdebatan panas di kalangan warganet.
Publik menyoroti kesalahan informasi mengenai jumlah negara ASEAN yang disebut oleh Henny Maria dalam unggahannya. Pasalnya, saat ini jumlah anggota resmi ASEAN hanya berjumlah 11 negara saja. Blunder informasi tersebut membuat klaim sertifikasi Red Koki diragukan oleh banyak pengguna media sosial. Henny Maria sendiri menuliskan rasa bangganya atas pencapaian tersebut demi mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG):
“Dengan bangga saya umumkan saya telah bersetifikasi BNSP Nasional yang diakui 13 negara ASEAN untuk jabatan profesi chef yaitu Executive Chef. Semoga bisa berdedikasi untuk perbaikan sistem MBG demi kesejahtereaan anak bangsa. MasyaAllah ya Allah,” tulis Henny di Threads.
Chef Arnold Poernomo kemudian memberikan respons satire yang sangat menohok terkait klaim gelar kasta tertinggi tersebut. Ia membandingkan pengalaman kerjanya selama 22 tahun dengan selembar sertifikat yang baru diperoleh Henny. Mantan juri MasterChef Indonesia ini merasa perjalanannya dari bawah seolah tidak berarti di hadapan sertifikat itu. Arnold pun melontarkan sindiran pedas melalui akun Threads miliknya:
“Ternyata pengalaman saya dari cuci piring dan dunia F&B Selama 22th ini masih kalah dengan title kasta tertinggi di Dunia F&B ‘Executive Chef’ yang di akui 13 Negara se ASEAN,” tulis Chef Arnold.
Tidak hanya menyentil soal sertifikat, Arnold juga menghadapi cibiran netizen yang menyebutnya sebagai “chef gagal”. Beberapa warganet mengungkit bisnis kuliner milik Arnold yang pernah mengalami kebangkrutan di masa lalu. Alih-alih marah, ia justru kembali menggunakan isu sertifikasi tersebut untuk membalas komentar negatif para pengkritiknya. Arnold membalas dengan nada sarkasme yang kembali mengundang tawa sekaligus dukungan dari para pendukungnya:
“Iya ga punya SERTIFIKAT EXECUTIVE. Maafkan semua kegagalan saya dan saya yang selalu berusaha tanpa Sertifikat Executive ini,” balas Chef Arnold.
Polemik ini menggambarkan keresahan para profesional kuliner terhadap pengakuan gelar tanpa jam terbang yang mumpuni. Bagi praktisi senior, posisi Executive Chef merupakan hasil kerja keras selama puluhan tahun di dapur profesional. Hingga kini, perbincangan mengenai validitas sertifikat tersebut masih terus bergulir sangat kencang di media sosial.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update