Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen memperkuat kerja sama antar daerah sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Poin penting :
1. Kerja sama jadi strategi mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.
2. Kerja sama Lampung – Jawa Tengah berjalan baik sejak dulu.
3. Kolaborasi lintas provinsi menjadi kunci dalam memperkuat daya saing.
Kolaborasi ini menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan pembangunan lintas wilayah.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan hubungan antara Lampung dan Jawa Tengah telah terjalin sejak lama dan terus berkembang hingga kini.
Kedekatan historis dan sosial menjadi fondasi kuat bagi penguatan kerja sama untuk berbagai sektor.
“Sejarah transmigrasi dan proses hidup bersama telah melahirkan generasi yang lahir, tumbuh, dan besar untuk Lampung, namun tetap membawa nilai-nilai budaya Jawa yang berpadu harmonis dengan kearifan lokal Lampung,” ujarnya.
Menurutnya, setiap daerah memiliki peran strategis yang saling melengkapi.
Baca juga : Pemprov Jawa Tengah Jalin Kerja Sama dengan Pemprov Lampung, Fokus Bidang Ekonomi
Jawa Tengah memiliki kekuatan pada sektor pangan, industri, serta kualitas sumber daya manusia, sementara Lampung memiliki posisi strategis sebagai gerbang Pulau Sumatera dengan potensi besar pada sektor pertanian, perkebunan, dan industri pengolahan.
Kolaborasi lintas provinsi menjadi kunci dalam memperkuat daya saing regional.
“Apabila potensi-potensi ini bersinergi, hasil yang tercapai tentu akan jauh lebih optimal dari pada jika berjalan sendiri-sendiri,” jelas dia.
Lebih lanjut, ia menyampaikan sejumlah sektor strategis menjadi fokus bersama dalam kerja sama Lampung dan Jawa Tengah.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok, meningkatkan nilai tambah produk daerah, serta membuka peluang investasi yang saling menguntungkan.
“Sejumlah sektor strategis menjadi fokus bersama. Sejalan dengan arah pembangunan Provinsi Jawa Tengah, kolaborasi ini mampu memperkuat rantai pasok antarwilayah,” katanya.
“Juga meningkatkan nilai tambah produk daerah, serta membuka peluang investasi yang saling menguntungkan bagi kedua provinsi,” jelas dia lagi.
Kolaborasi berlanjut
Mirza berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan dampak nyata hingga ke tingkat desa.
Menurutnya, sinergi antardaerah memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian nasional.
“Ke depan, kami berharap Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah terus saling menguatkan, menjaga peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan kolaborasi antar pemerintah daerah sangat penting.
Pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi harus memperkuat melalui kerja sama lintas wilayah.
“Pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan dukungan pemerintah pusat, tetapi juga harus memperkuat melalui kerja sama lintas provinsi, lintas kabupaten/kota, hingga ke tingkat desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka ruang seluas-luasnya bagi Lampung untuk memperkuat konektivitas ekonomi.
Kerja sama yang intensif dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat untuk kedua provinsi.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat konektivitas ekonomi dengan Jawa Tengah,” tambahnya.








