Jakarta (Lampost.co) — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dukungan terhadap efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menegaskan efisiensi boleh selama kualitas makanan tetap terjaga. Ia juga menjelaskan usulan efisiensi berasal dari Badan Gizi Nasional (BGN). “Selama ada efisiensinya, saya setuju saja, dan tidak mengurangi kualitas makannya,” ujarnya.
Pemerintah merancang skema baru program MBG.Program itu akan berjalan selama lima hari dalam satu pekan.
Langkah itu untuk menjaga keberlanjutan anggaran negara. Purbaya menilai kebijakan tersebut tetap sejalan dengan tujuan utama program.
Menurutnya, pengurangan hari operasional tidak mengurangi manfaat program. Pemerintah hanya mengatur ritme pelaksanaan agar lebih efisien.
Penyesuaian itu juga mengikuti kondisi fiskal terkini. “Artinya menyesuaikan dengan perkembangan keadaan,” kata Purbaya.
Efisiensi Jadi Agenda Besar Pemerintah
Selain MBG, pemerintah juga menyiapkan efisiensi di berbagai sektor. Langkah itu mencakup seluruh kementerian dan lembaga.
Purbaya menyebut tahap lanjutan efisiensi sedang rancangan. Tujuannya untuk menutup kekurangan anggaran negara.
Pemerintah belum mengungkap target total penghematan. Perhitungan masih berlangsung untuk memastikan keseimbangan fiskal. Langkah itu secara hati-hati agar tidak mengganggu program prioritas.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan kebijakan khusus bagi daerah tertentu. Wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal tetap menerima MBG enam hari.
Daerah dengan angka stunting tinggi juga masuk prioritas. Langkah itu memastikan anak tetap mendapat asupan gizi optimal.
Pemerintah menggunakan data Survei Status Gizi Indonesia sebagai acuan. Pendataan perlu secara rinci hingga tingkat daerah.
Data mencakup jumlah siswa, sekolah, dan kondisi gizi wilayah. Tim BGN bekerja sama dengan dinas pendidikan dan kesehatan.
Wilayah timur Indonesia, Sumatra, dan Papua menjadi perhatian utama. Daerah tersebut masih menghadapi tantangan stunting yang tinggi. Ia menegaskan tidak boleh ada anak yang terlewat dari program. “Integritas data sangat penting,” ujar Dadan.
Program MBG menjadi salah satu strategi utama pemerintah. Tujuannya meningkatkan kualitas gizi generasi muda.
Efisiensi anggaran tetap berlangsung tanpa mengorbankan kualitas. Langkah itu menunjukkan keseimbangan antara fiskal dan kesejahteraan.








