Istilah “efisien” pada AiO sebenarnya bukan hanya soal kecepatan performa, tetapi soal bagaimana perangkat membantu pekerjaan terasa lebih praktis dan minim gangguan.
Bandar Lampung (Lampost.co) — Banyak orang sebenarnya masih bertanya-tanya: apa yang membuat All-in-One desktop dianggap lebih efisien dibanding PC biasa?
Sebab kalau dilihat sekilas, perangkat ini tetap komputer desktop pada umumnya. Tetap butuh meja, tetap memakai listrik, dan harganya bahkan kadang lebih mahal dibanding rakitan biasa.
Namun justru di situlah daya tariknya mulai muncul.
Di tengah tren kerja hybrid dan meja kerja minimalis, All-in-One (AiO) desktop kini mulai dilirik karena menawarkan setup yang jauh lebih praktis. Tidak ada casing besar di bawah meja, kabel berantakan, atau perangkat tambahan yang memakan ruang.
Semua komponen komputer sudah menyatu langsung di belakang layar.
Banyak orang mengira efisiensi perangkat kerja hanya soal performa tinggi. Padahal dalam penggunaan sehari-hari, efisiensi juga berarti:
Karena itu, All-in-One desktop mulai populer di kalangan pekerja kantoran, content creator, hingga pengguna rumahan yang ingin workspace lebih simpel.
Berikut beberapa desktop AiO yang mulai menarik perhatian karena menawarkan konsep tersebut.
Model ini hadir dengan layar 23,8 inci Full HD IPS anti-glare yang nyaman digunakan bekerja dalam waktu lama.
Performa ditopang prosesor AMD Ryzen AI 7 350 dengan RAM DDR5 hingga 64GB, membuat multitasking terasa lebih ringan untuk kebutuhan kerja modern.
Yang membuatnya terasa efisien bukan cuma performa, tetapi juga:
Artinya, pengguna tinggal colok dan langsung bekerja tanpa setup rumit.
Versi ini sebenarnya mirip PM640KA, tetapi membawa layar lebih besar 27 inci.
Ukuran tersebut cocok untuk pengguna yang sering membuka banyak jendela kerja sekaligus seperti spreadsheet, editing, meeting online, dan browser dalam satu layar.
Di era kerja multitasking seperti sekarang, ruang visual lebih luas sering kali justru menjadi faktor yang membuat pekerjaan terasa lebih cepat dan nyaman.
Salah satu fitur paling menarik dari desktop ini adalah layar rotatable 27 inci yang dapat diputar ke mode portrait.
Fitur seperti ini mulai penting bagi pengguna yang bekerja dengan:
Desktop ini juga memakai prosesor Intel Core i7 generasi HX dengan total 14 core yang cukup agresif untuk produktivitas berat.
Kalau bicara efisiensi listrik, Zyrex AIO Orion termasuk menarik karena hanya membutuhkan daya sekitar 65W.
Konsumsi daya rendah seperti ini mulai banyak dicari untuk penggunaan kantor atau workstation yang aktif sepanjang hari.
Selain itu, fitur upgrade storage tanpa downtime membuat pengguna tidak perlu repot membongkar perangkat besar hanya untuk menambah kapasitas penyimpanan.
MSI mencoba fokus pada kenyamanan kerja harian lewat fitur:
Hal-hal seperti ini memang terdengar sederhana, tetapi dalam penggunaan kerja harian, kenyamanan visual dan kualitas meeting online justru sangat memengaruhi produktivitas.
Apalagi sejak tren work from home dan hybrid working semakin umum.
Perkembangan All-in-One desktop menunjukkan perubahan cara orang melihat perangkat kerja.
Jika dulu desktop identik dengan CPU besar dan kabel rumit, kini banyak pengguna mulai lebih memprioritaskan:
Karena itu, istilah “efisien” pada AiO sebenarnya bukan hanya soal kecepatan performa, tetapi soal bagaimana perangkat membantu pekerjaan terasa lebih praktis dan minim gangguan.
Untuk pengguna yang tidak ingin ribet merakit PC atau mengatur banyak perangkat tambahan, All-in-One desktop mulai menjadi solusi yang semakin masuk akal di 2026.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update