Ia menghadapi tantangan besar saat mencoba memperbaiki sistem penerimaan negara.
Jakarta (Lampost.co) — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap persoalan mendasar di tubuh birokrasi yang masih terus berulang. Ia menilai sebagian aparatur hanya terlihat patuh di depan, tetapi tidak menjalankan tugas secara nyata.
“Kalau di birokrasi dapat arahan, di depan bilang ‘siap pak’. Tapi tidak dikerjakan sampai tiga bulan,” ujar Purbaya, beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, kondisi itu kerap berulang meski sudah mendapatkan peringatan. Bahkan, saat pejabat terkait pindah, reaksi yang muncul justru emosional. “Dikasih tahu lagi tetap tidak jalan. Ketika digeser, baru nangis,” lanjutnya.
Purbaya mengakui mengubah budaya kerja birokrasi bukan hal sederhana. Ia menghadapi tantangan besar saat mencoba memperbaiki sistem penerimaan negara.
Selain itu, ia juga berupaya menekan masuknya barang ilegal yang merusak pasar dalam negeri. “Saya perbaiki tax collection dan lindungi pasar dari barang ilegal. Sudah mulai jalan, tapi masih ada kebocoran,” jelasnya.
Menurutnya, praktik kebocoran masih terjadi di lapangan karena lemahnya pengawasan dan integritas sebagian aparat.
Meski menghadapi banyak hambatan, Purbaya memastikan reformasi tetap berjalan. Ia menegaskan komitmennya untuk membersihkan sistem dari praktik yang merugikan negara.
Langkah tegas akan diambil terhadap pegawai yang tidak menunjukkan kinerja optimal. “Kami akan pastikan pesan itu sampai ke seluruh birokrasi, terutama di Kementerian Keuangan,” tegasnya.
Purbaya juga menyampaikan peringatan keras bagi aparatur yang tidak mengikuti perubahan. Ia menegaskan tidak akan memberi toleransi bagi pegawai yang menghambat perbaikan. “Kalau tidak patuh, siap-siap angkat koper,” ujarnya.
Namun, ia juga membuka ruang apresiasi bagi pegawai berprestasi. Menurutnya, kinerja yang baik akan mendapat penghargaan dan insentif yang layak. “Kalau kerjanya bagus, kami beri penghargaan setinggi-tingginya,” tambahnya.
Pernyataan itu menjadi sinyal kuat reformasi birokrasi masih menjadi prioritas pemerintah. Purbaya ingin membangun budaya kerja yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update