Jakarta (Lampost.co)– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan ekonomi Indonesia tetap stabil meski diterpa tekanan global yang kian kompleks, mulai dari konflik geopolitik hingga perlambatan ekonomi dunia.
Purbaya menyebut guncangan eksternal datang bertubi-tubi sejak awal 2026, termasuk dinamika pasar keuangan global dan eskalasi konflik di Timur Tengah yang memengaruhi sentimen ekonomi.
Baca juga: Menkeu Purbaya Jamin BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, APBN Disiapkan Hadapi Lonjakan Minyak
“Tekanannya cukup berat, dari faktor eksternal seperti MSCI hingga konflik geopolitik. Ini menjadi tantangan serius bagi APBN dan perekonomian nasional,” tegasnya, Senin (6/4/2026).
Meski begitu, ia memastikan Indonesia masih berada di jalur aman dibandingkan sejumlah negara lain yang sudah mengalami tekanan lebih dalam, seperti krisis energi dan lonjakan harga bahan bakar.
“Kalau tidak kita kelola dengan baik, kita bisa seperti negara lain yang terpaksa menaikkan harga BBM atau mengalami keterbatasan pasokan. Tapi saat ini kita masih relatif stabil,” ujarnya.
Stabilitas itu tercermin dari sektor industri yang terus berekspansi. Aktivitas manufaktur Indonesia mencatat tren positif selama delapan bulan berturut-turut, meski sempat mengalami koreksi ringan.
Indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur turun dari 53 pada Februari menjadi 51,1 pada Maret 2026. Namun, Purbaya menilai penurunan ini hanya bersifat sementara.
“Pelaku usaha masih menahan ekspansi karena faktor geopolitik. Begitu kepercayaan pulih, PMI akan kembali menguat,” jelasnya.
Dari sisi harga, pemerintah berhasil menjaga inflasi tetap terkendali. Inflasi Maret tercatat 3,48 persen secara tahunan. Namun, angka ini dipengaruhi efek basis dari kebijakan diskon listrik tahun sebelumnya.
“Kalau faktor itu dikeluarkan, inflasi kita sekitar 2,51 persen. Artinya masih dalam level aman,” ungkapnya.
Purbaya menegaskan, stabilitas inflasi mencerminkan kuatnya koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dalam menjaga daya beli masyarakat.
Dengan kondisi tersebut, ia optimistis ekonomi Indonesia masih memiliki ruang tumbuh lebih ekspansif tanpa memicu lonjakan harga yang berlebihan.
“Stabilitas ini menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap kuat di tengah tekanan global,” pungkasnya.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update