Bandar Lampung (Lampost.co) — Musyawarah Provinsi (Musprov) XI Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Lampung menentukan arah organisasi dengan memilih kepengurusan baru periode 2026-2030 di Hotel Golden Tulip Lampung, Rabu, 13 Mei 2026.
Ketua pelaksana kegiatan, Ficky Arka Dewa, menyampaikan forum tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat organisasi sekaligus menyusun langkah baru menghadapi tantangan industri jasa konsultasi.
Musprov XI tidak hanya membahas pergantian kepemimpinan organisasi. “Forum tersebut juga menjadi ruang penyampaian aspirasi anggota untuk menyusun kebijakan yang lebih adaptif dan profesional,” kata Ficky.
Menurutnya, dunia jasa konsultasi kini menghadapi tantangan besar akibat perkembangan teknologi, regulasi, dan perubahan sistem pengadaan proyek. Untuk itu, organisasi harus mampu beradaptasi dan memperkuat kompetensi anggota.
Selain menyerap aspirasi anggota, Musprov XI juga membahas strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang jasa konsultansi. Langkah tersebut penting untuk menjaga daya saing perusahaan konsultan di Lampung.
“Forum ini juga akan menentukan Ketua Formatur dan Ketua DPP INKINDO Lampung periode 2026-2030,” katanya.
Peserta Musprov turut membahas Garis Besar Haluan Kerja Organisasi (GBHKO) yang akan menjadi pedoman kebijakan kepengurusan baru. Seluruh anggota mendapatkan kesempatan menyampaikan pandangan dan gagasan demi kemajuan organisasi.
Ficky menilai kekuatan organisasi tidak hanya bergantung pada kepemimpinan, tetapi juga solidaritas antaranggota. Untuk itu, Musprov XI bisa memperkuat kebersamaan dan sinergi di lingkungan INKINDO Lampung.
“Kami berharap kegiatan ini mampu memperkuat rasa kebersamaan antaranggota demi kemajuan organisasi,” ujarnya.
Pelaksanaan Musprov XI INKINDO Lampung 2026 mendapat dukungan dari berbagai pihak. Pendanaan kegiatan berasal dari kas organisasi, donatur, sponsorship, serta sejumlah vendor pendukung.
“Melalui Musprov XI 2026, INKINDO Lampung diharapkan mampu memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas anggota, serta menciptakan kebijakan yang lebih relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah,” kata dia.
Sementara itu, Ketua DPP Inkindo Lampung, Ir. Memed Humaedi, menegaskan Musprov bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan. Forum itu juga menjadi ruang evaluasi dan penyusunan strategi organisasi menghadapi tantangan industri jasa konsultasi yang semakin dinamis.
Menurut dia, kehadiran pemerintah, stakeholder, dan anggota organisasi turut menunjukkan kuatnya sinergi dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kami bersyukur seluruh unsur dapat hadir dan mendukung kegiatan ini. Sinergi ini sangat penting bagi kemajuan jasa konsultasi di Lampung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Musprov XI memiliki nilai strategis bagi keberlangsungan organisasi beberapa tahun ke depan. “Banyak perubahan dilakukan demi meningkatkan profesionalisme organisasi. Kami bersama-sama berupaya membawa organisasi menjadi lebih profesional dan inovatif,” ungkapnya.
Dia berharap kepengurusan baru periode 2026-2030 bisa menjawab tantangan industri konsultasi yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, regulasi, dan sistem pengadaan jasa.
“Untuk itu, pengurus baru harus mampu menjaga soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jasa konsultasi,” kata dia.
Ia menambahkan, Inkindo Lampung harus terus beradaptasi terhadap perubahan agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Profesionalisme, integritas, dan inovasi menjadi kunci utama menghadapi persaingan industri jasa konsultasi.
“Inkindo Lampung juga harus mampu memperkuat kolaborasi antaranggota organisasi serta menciptakan iklim jasa konsultasi yang sehat, profesional, dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.
(Restu Amalia)
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update