• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 23/02/2026 06:49
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Pemerintah Impor 105 Ribu Pikap India Saat Penjualan Pickup Lokal Anjlok dan Pabrik Menganggur

Agrinas akan mendatangkan 35.000 unit Mahindra Scorpio Pikap. Selain itu, perusahaan memesan 70.000 unit dari Tata Motors India.

EffranbyEffran
23/02/26 - 06:49
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Mahindra Scorpio Pikap

Mahindra Scorpio Pikap

Jakarta (Lampost.co) — PT Agrinas Pangan Nusantara melanjutkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga (pikap) dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kebijakan itu memicu sorotan karena datang di tengah penjualan pickup lokal yang sedang melemah.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, memastikan pengadaan kendaraan berjalan sesuai kebutuhan program desa.

“Ratusan ribu pickup itu untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Impor itu untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia,” ujarnya di Jakarta.

Agrinas akan mendatangkan 35.000 unit Mahindra Scorpio Pikap. Selain itu, perusahaan memesan 70.000 unit dari Tata Motors India. Jumlah tersebut terdiri dari 35.000 unit Tata Yodha Pick Up dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck.

Manajemen menilai kendaraan tersebut sesuai dengan kebutuhan distribusi desa. Armada itu akan mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan pokok ke berbagai wilayah.

Namun, rencana impor itu kontras dengan kondisi pasar otomotif nasional. Data wholesales 2025 menunjukkan distribusi pickup lokal hanya mencapai 107.008 unit. Angka tersebut setara dengan 13,3 persen dari total pasar otomotif nasional.

Sementara itu, data retail sales mencatat penjualan 110.574 unit. Jumlah tersebut hanya sedikit lebih tinggi dari distribusi pabrik ke dealer.

Rencana impor 105.000 unit hampir menyamai total penjualan retail pickup nasional. Fakta itu memicu pertanyaan mengenai dampaknya terhadap industri dalam negeri.

Dua tahun sebelumnya, pasar pickup sempat menunjukkan tren positif. Pada 2023, wholesales mencapai 116.986 unit dan retail menembus 124.052 unit. Namun, grafik penjualan terus menurun hingga 2025.

Dampak di Industri Nasional

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyoroti kontrak pengadaan kendaraan senilai Rp 24,66 triliun. Kontrak tersebut mencakup 105.000 unit kendaraan dari dua produsen India.

Menurut Evita, nilai proyek tersebut membawa dampak strategis bagi industri nasional. Ia menilai kebijakan itu tidak hanya menyangkut distribusi pangan desa.

Di sisi lain, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan anggotanya memiliki kapasitas produksi pickup lebih dari 400.000 unit per tahun. Kapasitas tersebut belum termanfaatkan secara optimal.

Produsen dalam negeri memproduksi kendaraan 4×2 dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri di atas 40 persen. Jaringan servis dan layanan purna jual juga telah tersebar luas.

Gaikindo menyebut produsen lokal juga mampu memproduksi kendaraan 4×4. Namun, industri memerlukan waktu untuk persiapan lini produksinya.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan pentingnya penguatan produksi nasional. Ia menyampaikan pemenuhan 70.000 unit pickup 4×2 dari dalam negeri dapat menciptakan dampak ekonomi sekitar Rp 27 triliun.

Menurut Agus, produksi lokal akan mendorong industri ban, kaca, baterai, logam, plastik, kabel, hingga elektronik. Efek berantai tersebut akan memperkuat sektor manufaktur nasional.

“Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pick-up melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati industri di luar negeri. Namun, apabila kebutuhan tersebut dapat terpenuhi industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri,” ujar Agus.

Ia juga menegaskan industri otomotif nasional memiliki kapasitas produksi pickup sekitar 1 juta unit per tahun. Produsen seperti PT Astra Daihatsu Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, PT Suzuki Indomobil Motor, PT SGMW Motor Indonesia, dan PT Sokonindo Automobile siap memenuhi kebutuhan pasar.

Atas kapasitas tersebut, industri nasional sebenarnya mampu menopang permintaan domestik. Polemik impor 105.000 pickup ini pun membuka diskusi besar tentang arah kebijakan industri dan keberpihakan pada produksi dalam negeri.

Tags: Agrinas Pangan Nusantaraimpor 105000 pikap Indiaindustri otomotif nasionalkopdes merah putihMenteri Perindustrian Agus Gumiwangpasar otomotif Indonesia 2025penjualan pickup lokal turun
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Pekerja melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta. Dok/Antara

Purbaya Serukan Bersih-Bersih Saham Gorengan, Belajar dari Skandal South Sea yang Bikin Bangkrut Massal

byEffran
23/02/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali memicu perhatian publik. Pada akhir bulan lalu, IHSG sempat mengalami...

Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Fluktuasi Harga Bahan Pokok

Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Fluktuasi Harga Bahan Pokok

byRicky Marlyand1 others
22/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir menekankan agar seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan...

Kolaborasi Semua Pihak Jaga Ketersediaan Pangan di Ramadan dan Lebaran

Kolaborasi Semua Pihak Jaga Ketersediaan Pangan di Ramadan dan Lebaran

byRicky Marlyand1 others
22/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Butuh kolaborasi semua pihak untuk menjaga keamanan dan ketersediaan pangan di Lampung. Khususnya ketika bulan Ramadan...

Berita Terbaru

Mahindra Scorpio Pikap
Ekonomi dan Bisnis

Pemerintah Impor 105 Ribu Pikap India Saat Penjualan Pickup Lokal Anjlok dan Pabrik Menganggur

byEffran
23/02/2026

Jakarta (Lampost.co) -- PT Agrinas Pangan Nusantara melanjutkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga (pikap) dari India untuk mendukung operasional...

Read moreDetails
Pekerja melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta. Dok/Antara

Purbaya Serukan Bersih-Bersih Saham Gorengan, Belajar dari Skandal South Sea yang Bikin Bangkrut Massal

23/02/2026
Innova Reborn Diesel. (OLX)

Harga Toyota Innova Reborn Baru vs Bekas 2026

23/02/2026
Mobil Outlander PHEV

Pasar PHEV Meledak Awal 2026, Chery Tiggo 8 CSH di Puncak Penjualan

23/02/2026
PSG vs Metz

Tekuk Metz, PSG Rebut Puncak Klasemen Ligue 1 2026

22/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.