Bandar Lampung (Lampost.co) — Asosiasi pengusaha Lampung optimistis pertumbuhan ekonomi daerah pada 2026 akan bergerak positif.
Poin penting :
1. Pertumbuhan ekonomi terlihat positif oleh Asosiasi Pengusaha di 2026.
2. Inflasi terjaga jadi kunci meningkatnya investor masuk Lampung.
3. Pemerintah daerah berperan aktif dalam menjaga stabilisasi ekonomi.
Stabilitas inflasi, peningkatan ekspor, serta dukungan kebijakan pemerintah menjadi sinyal kuat bagi penguatan perekonomian Lampung ke depan.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lampung, Romi Junanto Utama, menilai kinerja ekonomi Lampung sepanjang 2025 menunjukkan tren yang sehat.
Menurutnya, sejumlah indikator makro masih terjaga dengan baik dan menjadi modal penting memasuki 2026.
“Kalau melihat pertumbuhan ekonomi Lampung 2025, inflasi kita terjaga dan ekspor meningkat,” kata Romi.
Baca juga : Dongkrak Iklim Usaha dan Investasi, Kadin Lampung Apresiasi Perbaikan Jalan
Ia menambahkan, peran Pemerintah Provinsi Lampung juga cukup aktif dalam mendorong sinergi antara pelaku usaha dan sektor hulu, khususnya pertanian.
Fasilitasi kemitraan antara petani dan pengusaha membantu menjaga keberlanjutan rantai pasok.
“Pemerintah Provinsi juga aktif memfasilitasi antara petani dengan pengusaha, termasuk petani komoditas singkong dengan pabrik,” ujarnya.
Romi menilai, berbagai indikator tersebut menunjukkan prospek perekonomian Lampung pada 2026 berada pada jalur yang positif.
Menurut dia, kondisi ini memberikan kepercayaan bagi dunia usaha untuk melakukan ekspansi.
“Tahun 2026 ini sinyalnya bagus untuk perekonomian Lampung,” katanya.
Namun, ia menegaskan bahwa optimalisasi pertumbuhan ekonomi juga memerlukan dukungan kebijakan yang konsisten, terutama pada sektor perizinan.
Kemudahan perizinan menjadi faktor penting bagi pengusaha dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.
Ia menyebut kebijakan pemerintah pusat yang mulai melonggarkan fiskal serta menggulirkan fasilitas kredit turut memberi ruang bagi dunia usaha.
Selain itu, berbagai kemudahan perizinan berusaha serta fasilitas ekspor dan impor bahan baku dan mesin juga mendukung iklim investasi.
“Saya melihat karena Gubernur juga basicnya pengusaha, jadi spiritnya untuk membangun sektor ini bagus dalam mendorong perekonomian,” ujar Romi.
Ekonomi Meningkat 2026
Romi optimistis pertumbuhan ekonomi Lampung pada 2026 dapat berada diatas 5 persen. Ia juga memperkirakan inflasi masih dapat terkendali dan berada pada level yang stabil.
“Tahun 2026 saya optimistis pertumbuhan ekonomi ada di atas 5 persen, inflasi juga stabil dan bisa tertahan,” ungkap dia.
Selain konsumsi dan produksi, sektor investasi menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Romi menilai langkah Pemerintah Provinsi Lampung dalam menarik investor mulai menunjukkan hasil.
Beberapa waktu lalu, Pemprov Lampung menggelar Lampung Economic Investment Forum (LEIF) sebagai upaya menggaet investor baru.
Forum tersebut berhasil menarik minat sejumlah grup usaha besar.
“Forum tersebut juga hasilnya positif, beberapa grup besar yang sebelumnya belum investasi ke Lampung, kemarin tertarik untuk masuk,” ujar Romi.
Ia mencontohkan Bakrie Grup yang berencana menanamkan investasi pada 2026, khususnya pada sektor energi terbarukan.
Investasi tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas lapangan kerja daerah.








