• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 12/03/2026 11:14
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Perajin Tahu dan Tempe di Lamsel Menjerit Kenaikan Bahan Pokok

Kemandirian pangan bukan lagi wacana, melainkan kebutuhan mendesak agar industri tahu dan tempe nasional tetap hidup dan menjadi kebanggaan kuliner rakyat Indonesia.

Muharram Candra LuginabyMuharram Candra Lugina
17/10/25 - 23:49
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Perajin Tahu dan Tempe di Lamsel Menjerit Kenaikan Bahan Pokok

Fitriyani, salah satu perajin tahu dan tempe di di Desa Purwodadi Dalam, Tanjungsari, Lampung Selatan, sedang memproduksi tahu dan tempe. (Lampost.co/Andi Apriyadi)

ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co) — Gelombang kenaikan harga bahan pokok kembali menghantam sektor usaha mikro di Lampung. Kali ini, perajin tahu dan tempe di Desa Purwodadi Dalam, Tanjungsari, Lampung Selatan, mulai kewalahan menghadapi lonjakan harga kedelai impor dan bahan pendukung produksi lainnya.

Kemandirian pangan bukan lagi wacana, melainkan kebutuhan mendesak agar industri tahu dan tempe nasional tetap hidup dan menjadi kebanggaan kuliner rakyat Indonesia.

Poin Penting:

  • Harga kedelai impor naik menjadi Rp10 ribu per kilogram.

  • Kenaikan dolar dan impor kedelai menjadi faktor utama penyebab.

  • Perlu dukungan pemerintah untuk menjaga keberlangsungan UMKM pangan lokal.

Kenaikan harga kedelai impor, bahan utama pembuatan tahu dan tempe, berlangsung sejak sebulan terakhir. Fitriyani, salah satu perajin tahu dan tempe, mengaku mulai kesulitan menjaga harga jual agar tetap terjangkau bagi konsumen.

“Harga kedelai sekarang Rp10 ribu per kilo, sebelumnya Rp9 ribu. Kenaikannya seribu rupiah, tapi dampaknya besar bagi kami,” ujar Fitriyani, Jumat, 17 Oktober 2025.

Menurutnya, kenaikan harga kedelai ini bukan satu-satunya masalah. Sejumlah bahan penunjang, seperti bawang merah, minyak goreng curah, dan kayu bakar, juga mengalami lonjakan signifikan.

Bahan Pokok Melonjak Serentak

Fitriyani juga menjelaskan harga bawang merah kini menembus Rp40 ribu per kilogram, naik Rp10 ribu dari harga sebelumnya Rp30 ribu. Sementara itu, minyak goreng curah naik Rp5 ribu hingga Rp7 ribu per liter.

“Bahan bakar juga ikut naik. Harga kayu bakar satu Colt Diesel sekarang Rp1,8 juta, padahal dulu Rp1,2 juta,” katanya.

Kondisi ini membuat banyak perajin di wilayah tersebut mulai menekan biaya produksi, bahkan ada yang mengurangi kapasitas produksi harian. Beberapa di antaranya memilih mengurangi ukuran produk agar harga jual tetap stabil di pasaran.

Usaha Kecil Terancam Gagal Bertahan

Para perajin tahu dan tempe di Lampung Selatan kini menghadapi dilemma, menaikkan harga jual atau menanggung kerugian. Sebagian besar masih menahan diri karena khawatir kehilangan pelanggan.

“Kalau harga tahu dan tempe kami naikkan, pembeli pasti berkurang. Tapi kalau tidak naik, keuntungan kami juga menipis,” kata Fitriyani.

Selain itu, biaya distribusi juga. Akibatnya, rantai pasok kedelai menjadi lebih mahal dan tidak stabil.

Pengaruh Naiknya Harga Kedelai Impor

Sementara itu, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika serta meningkatnya biaya pengiriman global memicu terjadinya kenaikan harga kedelai impor. Indonesia masih bergantung pada impor kedelai dari Amerika Serikat sehingga perubahan kecil di pasar internasional berdampak besar terhadap harga domestik.

Di sisi lain, pengamat ekonomi pertanian dari Universitas Lampung, Dr. Wahyu Santoso, menjelaskan kondisi ini menjadi peringatan bagi pemerintah untuk memperkuat produksi kedelai lokal.

“Selama Indonesia bergantung pada impor kedelai, perajin tahu dan tempe juga akan terus berada dalam tekanan harga. Perlu strategi jangka panjang untuk kemandirian pangan,” ujarnya.

Solusi dan Harapan Perajin Lokal

Untuk jangka pendek, harapannya pemerintah daerah segera menyalurkan subsidi bahan baku atau program stabilisasi harga kedelai guna meringankan beban perajin. Selain itu, perlu pelatihan bagi pelaku UMKM untuk mencari alternatif bahan baku lokal, seperti kedelai hasil petani dalam negeri.

Fitriyani berharap pemerintah lebih tanggap menghadapi kondisi ini. “Kami cuma ingin harga bahan baku stabil, supaya usaha kecil seperti kami bisa bertahan,” katanya.

Tags: harga bahan pokok lampungharga kedelai naikindustri pangan lokalkedelai imporperajin tahu tempetahu tempe IndonesiaUMKM Lampung
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat bersilaturahmi bersama Pengusaha Industri Tapioka Nasional di Bandar Lampung, Rabu, 11 Maret 2026. Dok ADPIM Lampung

Perkuat Sinergi Jaga Keberlanjutan Ekosistem Ubi Kayu di Lampung

byTriyadi Isworo
12/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, dan pelaku industri. Terlebih dalam menjaga keberlanjutan...

SGC Buka Puluhan Ribu Lapangan Kerja untuk Percepat Kamandirian Pangan.Dok

SGC Buka Puluhan Ribu Lapangan Kerja untuk Percepat Kamandirian Pangan

byNur
11/03/2026

Tulangbawang Barat (Lampost.co)---- Pabrik gula Sugar Group Companies (SGC) membuka puluhan ribu lapangan kerja bagi masyarakat. Terutama warga Lampung dan...

Warga Way Huwi Serbu Gerakan Pangan Murah Pemprov Lampung

Warga Way Huwi Serbu Gerakan Pangan Murah Pemprov Lampung

byRicky Marly
11/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ratusan warga Desa Way Huwi, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, memadati Kantor TVRI Lampung dalam kegiatan...

Berita Terbaru

film Danur (Prilly Latuconsina)
Hiburan

Prilly Latuconsina Siap Garap Proyek Horor Baru Usai Danur: The Last Chapter

byNana Hasan
12/03/2026

Jakarta (Lampost.co) - Aktris Prilly Latuconsina segera menutup babak penting dalam karier layar lebarnya. Setelah hampir sepuluh tahun, Prilly resmi...

Read moreDetails
Film Tunggu Aku Sukses Nanti

Sinopsis Film Tunggu Aku Sukses Nanti: Drama Keluarga Lebaran yang Menyentuh Hati

12/03/2026
Film agak laen

Agak Laen: Menyala Pantiku! Resmi Jadi Film Terlaris Sepanjang Masa di Indonesia

12/03/2026
Piche Kota Indonesian Idol

Piche Kota Eks Indonesia Idol Resmi Ditahan Kasus Pemerkosaan Siswi SMA

12/03/2026
Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni bersalaman dengan Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar. Agus Fatoni mendapat amanah menjadi Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) masa bakti 2026–2031. Dok Kemenag

Presiden Prabowo Tugaskan Putra Lampung, Agus Fatoni jadi Pimpinan BAZNAS RI

12/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.