Perkuat Sinergi Jaga Keberlanjutan Ekosistem Ubi Kayu di Lampung

Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, dan pelaku industri. Terlebih dalam menjaga keberlanjutan ekosistem ubi kayu di daerah.

Editor Triyadi Isworo
Kamis, 12 Maret 2026 05.05 WIB
Perkuat Sinergi Jaga Keberlanjutan Ekosistem Ubi Kayu di Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat bersilaturahmi bersama Pengusaha Industri Tapioka Nasional di Bandar Lampung, Rabu, 11 Maret 2026. Dok ADPIM Lampung

Bandar Lampung (Lampost.co)Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, dan pelaku industri. Terlebih dalam menjaga keberlanjutan ekosistem ubi kayu di daerah.

Hal tersebut tersampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat bersilaturahmi bersama Pengusaha Industri Tapioka Nasional di Bandar Lampung, Rabu, 11 Rabu 2026.

Kemudian Gubernur Mirza menyampaikan bahwa selama satu tahun kepemimpinannya. Pemerintah daerah telah berupaya menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan. Terlebih untuk menata kembali ekosistem singkong dan industri tapioka di Provinsi Lampung.

“Selama satu tahun ini kami banyak belajar dan bekerja keras untuk menyatukan langkah. Terutama dalam menjaga, mendesain, dan menstabilkan ekosistem ubi kayu Provinsi Lampung,” ujar Mirza.

Selanjutnya ia menegaskan bahwa Lampung memiliki potensi besar sektor singkong dan industri tapioka. Bahkan, sekitar 70 persen industri tapioka nasional berada di Provinsi Lampung.

“Lampung adalah daerah yang sangat kaya. Namun kekayaan itu harus kita atur dengan baik agar benar-benar menjadi kemakmuran bagi rakyat. Sekaligus memberikan pertumbuhan yang sehat bagi dunia usaha,” katanya.

Dalam satu tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Lampung juga telah melakukan penataan kebijakan untuk mendukung keseimbangan antara kepentingan petani dan industri. Salah satunya melalui penetapan harga singkong yang tertuang dalam peraturan gubernur.

Kemudian Mirza mengapresiasi para pelaku industri tapioka yang telah mendukung kebijakan tersebut. Menurut Mirza, keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya keseimbangan. Antara kepentingan usaha, petani, dan pemerintah dalam membangun sektor pertanian yang berkelanjutan.

“Kita harus memastikan keseimbangan antara dunia usaha, petani, dan pemerintah. Kalau ketiganya berjalan selaras, baru sektor ini bisa benar-benar bangkit dan berkembang,” katanya.

Cassava Center

Selain itu, Pemprov Lampung juga mendorong peningkatan produktivitas melalui pengembangan Cassava Center. Ini yang menjadi pusat riset dan pengembangan singkong di Provinsi Lampung.

Kemudian melalui program tersebut, pemerintah bersama pelaku industri dan perguruan tinggi berupaya menghadirkan bibit singkong unggul. Serta menggunakan metode budidaya yang lebih modern agar produktivitas petani dapat meningkat.

Selanjutnya Mirza menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan produktivitas singkong. Ini agar sektor tersebut tetap menjadi kekuatan ekonomi daerah.

Lalu ia juga mengajak seluruh pelaku industri untuk terus menjaga komunikasi dan memperkuat silaturahmi dengan pemerintah.

“Kita jaga bersama ekosistem ubi kayu Lampung ini. Singkong dan tapioka adalah kebanggaan Provinsi Lampung. Jika petani semakin sejahtera dan industri semakin maju, maka ekonomi Lampung juga akan semakin kuat,” kata Mirza.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI