Bandar Lampung (Lampost.co)—-Pengelola Terminal Tipe A Rajabasa, Bandar Lampung, mengatakan bahwa puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah sudah terlewati pada, Selasa (17/3).
“Kalau puncak arus mudik di Terminal Rajabasa saya kira sudah terlewati di Selasa kemarin,” kata Kepala Terminal Rajabasa Budi Hartanto, di Bandar Lampung, Rabu 18 Maret 2026.
Ia mengatakan bahwa pergerakan arus mudik di Terminal Rajabasa, Bandar Lampung, pada 17 Maret tercatat mengalami peningkatan signifikan dibanding dengan hari biasanya dengan jumlah penumpang 1.231 orang.
Baca juga: Mobilitas Bus Angkutan Lebaran di Terminal Rajabasa Alami Peningkatan 8%
“Berdasarkan data posko terminal, jumlah keberangkatan angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) pada tanggal tersebut mencapai 17 bus dengan total 430 penumpang. Sementara itu untuk kedatangan jumlah penumpang berjumlah 1.130 dengan bus mencapai 34 unit,” katanya.
Keberangkatan dari Terminal Rajabasa
Sementara, untuk angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) jumlah keberangkatan dari Terminal Rajabasa berjumlah 1.158 dengan jumlah bus mencapai 119.
“Sedangkan untuk kedatangan mencapai 1.438 dengan jumlah bus mencapai 119 unit,” kata dia.
Ia mengatakan bahwa apabila membandingkan dengan periode yang sama pada 2025, terjadi kenaikan pergerakan penumpang yang cukup signifikan, di mana untuk angkutan AKAP, peningkatan tercatat sebesar 42,18 persen.
“Sedangkan angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) juga mengalami kenaikan sebesar 27,82 persen,” kata dia.
Ia mengatakan, lonjakan tersebut tidak terlepas dari masuknya bus mudik gratis dari berbagai pihak. Termasuk 12 bus dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dua bus dari BUMN, serta enam bus dari Kementerian Perhubungan.
“Selain itu, kontribusi juga datang dari sejumlah instansi lain seperti Kementerian PUPR, perbankan. Serta perusahaan BUMN lainnya yang turut mengirimkan armada mudik gratis ke Terminal Rajabasa,” kata dia.








