Rangkul UMKM dan Petani, KDMP Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Koperasi tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga mampu menjadi penggerak utama perekonomian di tingkat lokal serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

Editor Nur
Rabu, 29 April 2026 17.14 WIB
Rangkul UMKM dan Petani, KDMP Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Pemprov Lampung Siapkan Peluncuran 2.650 Koperasi Merah Putih Secara Bertahap

Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung mendorong agar Koperasi Merah Putih tidak sekadar berperan sebagai gerai, melainkan berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang terhubung dengan berbagai sektor, seperti UMKM, pertanian, dan peternakan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, Evie Fatmawaty, menekankan bahwa setiap koperasi harus memiliki unit usaha yang produktif dan berkelanjutan. Dengan demikian, koperasi tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga mampu menjadi penggerak utama perekonomian di tingkat lokal serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Koperasi ini tidak hanya gerai. Mereka harus punya bisnis di desa, seperti pertanian, peternakan, hingga pengelolaan hasil panen,” ujarnya.

Ia mencontohkan salah satu koperasi di Bandar Negeri, Way Kanan, yang telah mengembangkan berbagai usaha, mulai dari perkebunan melon dan jeruk, peternakan ayam, hingga pengelolaan padi.

“Sudah ada yang panen, dan nanti akan kita kolaborasikan dengan Bulog atau penggilingan padi agar hasilnya bisa terserap,” ujarnya.

Selain itu, koperasi tersebut juga wajib menjalin kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tingkat desa untuk memperkuat rantai pasok serta perputaran ekonomi lokal.
Ketentuan tersebut telah di atur dalam surat edaran gubernur.

Evie juga mengatakan, harga barang di koperasi harus tetap kompetitif agar tidak mematikan usaha warung kecil di sekitarnya. Sebaliknya, koperasi harapannya dapat berperan sebagai pusat penyaluran yang mendukung pelaku usaha mikro.

“Harga tidak boleh lebih tinggi dari warung. Bahkan warung bisa mengambil barang dari koperasi untuk dijual kembali,” ujarnya.

Untuk pengelolaan ke depan, pemerintah juga membuka peluang bagi generasi muda melalui program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Program ini ditujukan untuk mengisi posisi manajerial koperasi.

“Kita dorong anak muda minimal D3 dengan IPK 2,75 untuk ikut membangun desa,” ujarnya.

Dengan konsep tersebut, Koperasi Merah Putih harapannya dapat menjadi penopang utama perekonomian di tingkat desa. Selain itu, keberadaannya juga harapannya mampu memperkuat kemandirian dan daya saing masyarakat setempat.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI