• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Jumat, 27/03/2026 21:39
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Revolusi Kebijakan Pupuk Dongkrak Panen Padi dan Produksi Beras Nasional 2025

EffranbyEffran
23/04/25 - 12:32
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, dalam forum industri pupuk di Bali, Rabu (23/4/2025). Dok Pupuk Indonesia

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, dalam forum industri pupuk di Bali, Rabu (23/4/2025). Dok Pupuk Indonesia

ADVERTISEMENT

Bali (Lampost.co) – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mendorong lonjakan produksi beras nasional melalui kebijakan pupuk. Hal itu lewat reformasi kebijakan pupuk bersubsidi.

Penyederhanaan regulasi dan tata kelola distribusi membuat petani lebih mudah menebus pupuk, sehingga luas panen meningkat signifikan.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menjelaskan petani menebus sekitar dua juta ton pupuk bersubsidi hingga April 2025. Hal itu mendongkrak produktivitas beras nasional dan membuat Indonesia surplus beras untuk kebutuhan dalam negeri.

“Petani sekarang bisa menebus pupuk sejak awal tahun tanpa hambatan regulasi yang rumit,” ujar Sudaryono dalam forum industri pupuk di Bali, Rabu (23/4/2025).

Luas Panen dan Produksi Beras Melonjak

Data Kementerian Pertanian menunjukkan, luas panen padi nasional pada Januari hingga April 2025 mencapai 4,56 juta hektare. Luas tersebut meningkat 27,69 persen dibanding tahun lalu yang hanya 3,57 juta hektare.

Dampaknya, produksi beras melonjak menjadi 13,95 juta ton, naik sekitar 25,99 persen daripada 2024 yang hanya mencapai 11,07 juta ton. Kebutuhan konsumsi nasional yang mencapai 10,37 juta ton pada periode yang terpenuhi, bahkan masih surplus.

Pemerintah menghapus 70 regulasi lama yang selama itu memperlambat distribusi pupuk bersubsidi. Petani kini tidak perlu lagi menunggu SK dari Gubernur atau Bupati untuk bisa mendapatkan pupuk.

Regulasi yang lebih ramping mempercepat proses distribusi langsung dari produsen ke titik serah seperti kelompok tani atau pengecer.

Selain itu, sistem penebusan kini lebih fleksibel. Petani hanya perlu membawa KTP ke kios Pupuk Indonesia, tanpa perlu melakukan foto produk pupuk. Jika petani berhalangan hadir, keluarga atau perwakilan kelompok tani bisa menggantikan.

Digitalisasi dan Pemutakhiran Data Fleksibel

Pemerintah juga memperbarui sistem E-RDKK agar pemutakhiran data bisa berlangsung kapan saja selama tahun berjalan. Sebelumnya, pemutakhiran hanya bisa untuk per empat bulan atau satu kali setahun.

Penerima pupuk bersubsidi juga diperluas. Pemerintah memasukkan pembudidaya ikan dan petani ubi kayu sebagai penerima bantuan. Komoditas pupuk bersubsidi pun ditambah, termasuk SP-36 dan ZA.

Anggaran dan Alokasi Subsidi Lebih Tepat Sasaran

Pemerintah menetapkan anggaran subsidi pupuk berbasis kebutuhan riil petani. Pada 2024, alokasi subsidi naik dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton. Distribusi subsidi secara transparan menggunakan sistem virtual account berbasis NIK (Nomor Induk Kependudukan).

Penetapan alokasi subsidi pupuk di tingkat daerah kini langsung dari Kepala Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten/kota. Proses itu mempercepat pencairan dan distribusi pupuk di lapangan.

Produksi Pangan Meningkat, Impor Beras Tak Perlu

Sudaryono menegaskan kebijakan itu mampu menciptakan ketahanan pangan berkelanjutan. Pemerintah tidak perlu mengimpor beras karena produksi dalam negeri mencukupi kebutuhan nasional.

“Kalau ingin panen besar, maka harus tanam besar. Kalau ingin tanam besar, pupuknya juga harus besar. Maka kebutuhan pupuk nasional juga besar,” kata Wamentan.

Pemerintah berkomitmen melanjutkan reformasi pertanian demi meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat swasembada pangan nasional.

Tags: panen padi 2025produksi beras nasionalpupuk bersubsidi 2025regulasi pupuk terbarusubsidi pupuk petani
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Arus Balik Lebaran, Volume Penumpang ke Pulau Jawa Meningkat Tajam

Polda Lampung Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi 28–29 Maret

byNur
27/03/2026

Bakauheni (Lampost.co)--- Kepolisian Daerah (Polda) Lampung memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi pada akhir pekan, yakni Sabtu dan...

pajak gim 2026

DJP Relaksasi Administrasi bagi Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi

byDelima Napitupulu
27/03/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menerbitkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-55/PJ/2026 pada Jumat, 27 Maret 2026. Kebijakan ini...

H+7 Lebaran, Harga Komoditas Cabai di Pasar Jatimulyo Turun

H+7 Lebaran, Harga Komoditas Cabai di Pasar Jatimulyo Turun

byRicky Marly
27/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Harga bahan pangan di sejumlah pasar tradisional mulai menunjukkan tren penurunan memasuki hari ketujuh (H+7) Hari Raya...

Berita Terbaru

Ini Tujuh Rekomendasi Pantai dengan Harga Tiket Terjangkau di Kalianda
Lampung

Ini Tujuh Rekomendasi Pantai dengan Harga Tiket Terjangkau di Kalianda

byRicky Marly
27/03/2026

Kalianda (Lampost.co) -- Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, dikenal sebagai salah satu kawasan wisata pantai di Provinsi Lampung. Wilayah ini memiliki...

Read moreDetails
Arus Balik Lebaran, Volume Penumpang ke Pulau Jawa Meningkat Tajam

Polda Lampung Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi 28–29 Maret

27/03/2026
pajak gim 2026

DJP Relaksasi Administrasi bagi Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi

27/03/2026
H+7 Lebaran, Harga Komoditas Cabai di Pasar Jatimulyo Turun

H+7 Lebaran, Harga Komoditas Cabai di Pasar Jatimulyo Turun

27/03/2026
Suasana kendaraan yang melintasi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Mudik Lebaran 2026. (Dok. HK)

Trafik Tol Bakauheni–Terbanggi Besar Melonjak 75 Persen Saat Mudik dan Balik Lebaran 2026

27/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.