Jakarta (Lampost.co) — Indonesia dan China resmi meneken sembilan kesepakatan kerja sama dalam Indonesia-China Business Forum 2025. Ini terjadi di sela-sela Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 di Tangerang, Banten. Kesepakatan tersebut bisa disebut sebagai bagian dari RI-China Kesepakatan Dagang terbaru. Ini semakin mempererat hubungan kedua negara.
Salah satu hasil penting dari forum tersebut adalah pembelian kopi asal Indonesia dari mitra dagang dari Tiongkok. Ini menjadi simbol kuatnya hubungan dagang kedua negara.
Duta Besar (Dubes) RI untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, mengatakan hubungan bilateral Indonesia dan China kini berada di level tertinggi dalam sejarah kerja sama kedua negara.
“Hubungan bilateral Indonesia dan China mencapai tataran kemitraan strategis komprehensif tertinggi. Kedekatan itu tidak hanya di tingkat pemerintah, tetapi juga membawa manfaat besar bagi rakyat kedua negara,” ujar Djauhari.
Forum bisnis bertajuk “Indonesia-China Strategic Trade and Investment Opportunities” itu turut hadir 360 pengusaha asal China. Dalam pertemuan tersebut, mereka meraih kesepakatan kerja sama di berbagai sektor strategis. Antara lain pengembangan energi hijau dan transisi menuju ekonomi rendah karbon. RI-China Kesepakatan Dagang ini menunjukkan komitmen kuat kedua negara. Terutama terhadap perubahan energi dan investasi strategis.
Kemudian proyek waste-to-energy atau pengolahan sampah menjadi energi. Juga kolaborasi di sektor automobile mobility cooperation atau ekosistem mobilitas kendaraan listrik.
Lalu pengembangan smart aquaculture feeding system untuk sektor perikanan. Juga pembelian kopi Indonesia sebagai bagian dari perluasan perdagangan produk pertanian unggulan.
Konsul Jenderal (Konjen) RI di Guangzhou, Ben Perkasa Drajat, menilai forum itu menjadi ajang penting untuk memperkuat jejaring bisnis dan membuka peluang investasi baru antara pelaku usaha Indonesia dan China. Dalam konteks ini, RI-China Kesepakatan Dagang memainkan peran penting.
“Forum bisnis ini menjadi wadah untuk menggali potensi dan peluang perdagangan serta investasi,” ujar Ben. Selain itu, forum ini juga mendorong terciptanya jejaring bisnis baru. Ini akan memperkuat kerja sama kedua negara.
Fondasi Kuat Perluas Kolaborasi
Sementara itu, Konjen RI di Shanghai, Berlianto Situngkir, menegaskan momentum 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-China. Ini menjadi fondasi kuat dalam memperluas kolaborasi di bidang perdagangan, investasi, ekonomi hijau, dan transformasi digital.
“Forum ini menjadi bukti komitmen kuat kedua negara untuk memperdalam sinergi ekonomi. Kerja sama ini juga membuka ruang kolaborasi di sektor industri manufaktur, teknologi hijau, dan produk bernilai tambah, yang akan mendorong pertumbuhan ekspor berkelanjutan,” jelas Berlianto.
Pemerintah berharap hasil kesepakatan itu dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra dagang utama China di kawasan ASEAN. Ini sekaligus memperluas ekspor produk bernilai tambah seperti kopi, perikanan, dan teknologi ramah lingkungan.
Sinergi ekonomi yang semakin erat membuat hubungan dagang RI-China akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekspor nasional dan investasi asing langsung di tahun-tahun mendatang. (MI/L3)








