Gunungsugih (Lampost.co)–Sugar Group Companies (SGC) membuka puluhan ribu lapangan kerja bagi masyarakat Lampung. Langkah ini untuk menekan angka pengangguran sekaligus mendorong pemulihan ekonomi warga yang terdampak anjloknya harga singkong.
Perwakilan SGC, Sulis Prapto, mengatakan banyak masyarakat kehilangan sumber penghasilan karena komoditas yang sebelumnya menjadi andalan tidak lagi menjanjikan.
“SGC ingin membantu meningkatkan ekonomi masyarakat Lampung. Banyak warga sudah lama menganggur dan tidak memiliki penghasilan, sementara tanaman seperti singkong sudah tidak bisa diandalkan,” ujar Sulis saat sosialisasi di Balai Desa Terbanggi Mulya, Kecamatan Bandar Mataram, Senin (16/3).
Baca Juga: SGC Tawarkan Peluang Kerja Tebang Ikat Harian, Warga Bandar Mataram Langsung Antusias
Dalam program ini, SGC membuka berbagai posisi pekerjaan. Di antaranya operator grab loader, operator traktor, mill boiler, process house, hingga tenaga penebang tebu dengan sistem tebang ikat harian.
Sulis menjelaskan, pekerja penebang tebu berpotensi memperoleh penghasilan sekitar Rp121.909 per hari. Jika bekerja selama 25 hari, pendapatan bisa mencapai Rp3.047.725 per bulan. Sementara jika bekerja hingga 30 hari, penghasilan dapat menembus Rp3.657.270.
Selain upah, perusahaan juga memberikan fasilitas pendukung. SGC mendaftarkan pekerja dalam program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan kerja. Perusahaan juga menyediakan peralatan kerja seperti golok dengan sistem pinjam pakai.
Untuk mendukung mobilitas, pekerja mendapatkan uang transportasi sebesar Rp20 ribu per hari yang dibayarkan setiap pekan kepada penanggung jawab rombongan.
Sistem kerja yang diterapkan bersifat borongan. Satu rombongan pekerja dalam satu kendaraan mendapatkan nilai borongan Rp420 ribu, yang kemudian dibagi kepada seluruh anggota kelompok.
Adapun persyaratan pelamar antara lain sehat jasmani dan rohani, berusia maksimal 45 tahun, memiliki nomor WhatsApp aktif, serta memenuhi ketentuan sesuai posisi yang dilamar.
Warga yang hadir dalam sosialisasi tampak antusias. Mereka aktif bertanya mengenai mekanisme pendaftaran, persyaratan administrasi, hingga sistem kerja yang ditawarkan.
Selain mengikuti sosialisasi, warga juga menerima bingkisan berupa gula dan nasi kotak dari pihak perusahaan. (R10)








