• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Jumat, 30/01/2026 02:43
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Stabilitas Rupiah Perlu Dijaga dengan Dorongan Strategi Non-Moneter

AntaranewsAdi SunaryobyAntaranewsandAdi Sunaryo
23/01/26 - 19:20
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Ilustrasi. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dok/Antara

Ilustrasi. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dok/Antara

Jakarta (Lampost.co)– Guru Besar Ekonomi Universitas Airlangga (Unair), Rahma Gafmi, mendorong pemerintah memperkuat strategi non-moneter guna menopang stabilitas nilai tukar rupiah yang belakangan terus tertekan hingga mendekati level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut Rahma, stabilitas rupiah tidak bisa hanya dibebankan kepada Bank Indonesia (BI) melalui kebijakan moneter. Peran pemerintah, terutama melalui kebijakan fiskal dan diplomasi ekonomi, dinilai jauh lebih menentukan.

Baca juga: Presiden Mulai Bahas Redenominasi Rupiah

“Nasib rupiah itu bergantung pada pemerintah, bukan Bank Indonesia saja,” ujar Rahma, dikutip dari Antara, Jumat (23/1/2025).

Rahma menjelaskan, pelemahan rupiah saat ini dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, tekanan datang dari memanasnya perang dagang AS–China, perubahan arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve, hingga meningkatnya tensi geopolitik dunia.

Sementara dari dalam negeri, tantangan utama berasal dari sektor fiskal. Melebarnya defisit anggaran serta meningkatnya beban fiskal dinilai memengaruhi persepsi pasar terhadap ketahanan ekonomi Indonesia. Kondisi tersebut, kata Rahma, membuat tekanan terhadap nilai tukar berpotensi berlangsung lebih lama.

“Jika tekanan kurs terjadi secara berkepanjangan, pengelolaan APBN akan semakin berat, apalagi di tengah ruang fiskal yang makin terbatas,” ujarnya.

Rahma menegaskan, persoalan pelemahan rupiah saat ini tidak bisa disederhanakan sebagai masalah moneter semata. Kekuatan fundamental ekonomi nasional dinilai masih terbatas, terutama akibat meningkatnya tekanan fiskal yang belum sepenuhnya terkelola dengan baik.

Ia juga menilai nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kini telah bergerak menuju keseimbangan baru. Karena itu, peluang penguatan rupiah kembali ke level Rp15.000 per dolar AS dinilai kecil.

“Kalaupun terjadi penguatan dalam jangka menengah, kemungkinan hanya bertahan di kisaran Rp16.500 per dolar AS,” jelasnya.

Dalam situasi tersebut, Rahma menilai pemerintah perlu mengambil langkah strategis non-moneter untuk membangun kembali kepercayaan pasar. Salah satu upaya yang dapat ditempuh adalah memperkuat diplomasi ekonomi dan perdagangan internasional.

Momentum WEF

Ia mencontohkan momentum pertemuan World Economic Forum (WEF) sebagai peluang strategis bagi Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan pendekatan langsung dengan Presiden AS Donald Trump.

“Presiden Prabowo bisa memanfaatkan momentum WEF untuk melobi Presiden Trump, misalnya terkait keringanan tarif. Yakinkan bahwa ekspor Indonesia ke AS tidak merugikan ekonomi Amerika,” ujarnya.

Meski demikian, Rahma mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang melakukan intervensi di pasar offshore Non-Deliverable Forward (NDF), Domestic NDF (DNDF), serta pasar spot. Menurutnya, langkah tersebut tepat untuk meredam tekanan spekulatif, khususnya yang berasal dari pasar offshore.

Namun, ia mencatat kondisi pelemahan rupiah kali ini berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Pada masa lalu, pelemahan rupiah biasanya diikuti aksi pelaku pasar yang berani mengambil posisi short dolar AS terhadap rupiah.

Selain itu, pelemahan nilai tukar juga kerap disertai aliran modal masuk karena investor global menilai aset Indonesia berada pada level yang menarik. Pola tersebut, kata Rahma, belum terlihat pada kondisi saat ini.

“Meskipun dolar AS cenderung melemah terhadap sejumlah mata uang global, kepercayaan investor terhadap rupiah masih terbatas,” pungkasnya.

Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News

Tags: Berita EkonomiEkonomi dan Bisnismata uang rupiahRupiahstabilitas rupiah
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Kanwil DJP Bengkulu - Lampung meraih predikat Lembaga Publik “Informatif” dari Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Pajak, dan Komisi Informasi Provinsi Lampung.

Penerimaan Tembus Rp10,7 Triliun, Kanwil DJP Bengkulu–Lampung Tancap Gas Jaga Kepatuhan Pajak 2025

byAdi Sunaryo
29/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Bengkulu dan Lampung (Kanwil DJP Bela) menunjukkan kinerja solid sepanjang 2025...

Karyawan toko pakaian di Pasar Bambukuning, Tanjungkarang. Lampost.co/Restu Amalia

Gaji Kecil, Pilihan Terbatas: Cerita Pekerja Toko Bertahan di Tengah Sulitnya Lapangan Kerja

byEffran
29/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Kondisi lapangan kerja yang belum membaik membuat penghasilan sekecil apa pun tetap berarti. Banyak pekerja memilih...

Harga emas batangan Antam hari ini, Kamis. Dok ANTARA

Harga Emas Antam 29 Januari 2026 Tembus Rp 3 Juta

byEffran
29/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) meroket untuk perdagangan pada Kamis, 29 Januari 2026....

Berita Terbaru

Penghargaan Ombudsman Jadikan Pelayanan Publik Nyata Dirasakan Masyarakat
Lampung

Penghargaan Ombudsman Jadikan Pelayanan Publik Nyata Dirasakan Masyarakat

byRicky Marlyand1 others
29/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengamat Kebijakan Publik, Dedy Hermawan, menilai penghargaan opini tertinggi yang diraih Pemprov Lampung dari Ombudsman RI...

Read moreDetails
Ketua Eksekutif Kota LMND Bandar Lampung, Marco Fadhillah.

LMND Bandar Lampung Dukung SMA Siger Jadi Solusi Tekan Angka Putus Sekolah 2026

29/01/2026
BKSDA Dorong Pemberdayaan Warga Penyangga Kawasan Konservasi Lampung

BKSDA Dorong Pemberdayaan Warga Penyangga Kawasan Konservasi Lampung

29/01/2026
BKSDA Nilai Lampung Perlu UPT Khusus untuk Kawasan Konservasi

BKSDA Nilai Lampung Perlu UPT Khusus untuk Kawasan Konservasi

29/01/2026
Pemprov Lampung Dorong Pembentukan UPT Khusus untuk Perkuat Konservasi

Pemprov Lampung Dorong Pembentukan UPT Khusus untuk Perkuat Konservasi

29/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.