Bandar Lampung (lLampost.co) – Pemerintah Provinsi Lampung kini mempercepat pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang Iduladha 2026. Langkah tersebut mencakup akselerasi program vaksinasi serta distribusi obat-obatan ke seluruh wilayah Lampung.
Poin Penting
- Target Vaksinasi: Total 338 ribu dosis vaksin PMK disiapkan untuk tahun 2026.
- Progres Terkini: Realisasi vaksinasi tahap pertama mencapai 61.739 dosis hingga pertengahan Maret.
- Momentum Krusial: Percepatan ini bertujuan mengamankan kesehatan hewan kurban menjelang hari raya Iduladha.
- Dukungan Logistik: Kementerian Pertanian menyuplai obat-obatan dan desinfektan untuk memperkuat kesehatan fisik ternak.
Pemerintah mempertegas komitmen ini dalam Rapat Koordinasi Kesehatan Hewan pada 10 Februari 2026. Pertemuan tersebut menghadirkan dinas terkait dari 15 kabupaten/kota serta pemangku kepentingan sektor peternakan.
Saat ini, Pemprov Lampung memegang alokasi 338 ribu dosis vaksin PMK untuk dua tahap penyaluran. Tahap pertama berlangsung pada Januari hingga Maret, sedangkan tahap kedua terjadwal pada Juni hingga Agustus mendatang.
Hingga pertengahan Maret 2026, petugas telah mendistribusikan 100 ribu dosis ke lapangan. Realisasi vaksinasi sendiri menyentuh angka 61.739 dosis atau sekitar 61 persen dari target awal.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, menyebut percepatan ini sebagai kunci utama. Menurutnya, imunitas ternak harus segera terbentuk sebelum permintaan hewan kurban melonjak tajam.
“Vaksinasi ini kami percepat untuk meningkatkan kekebalan ternak, sehingga potensi penularan bisa ditekan, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan hewan kurban saat Iduladha,” ujar Lili Mawarti.
Selain vaksin, Lampung juga menerima bantuan logistik dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut meliputi antibiotik, analgesik, multivitamin, obat cacing, hingga cairan desinfektan untuk para peternak.
Petugas akan menyalurkan bantuan logistik ini secara bersamaan dengan vaksin tahap berikutnya pada April 2026. Langkah ini bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus yang menyerang hewan berkuku belah tersebut.
“Dengan dukungan obat-obatan dan desinfektan, kami optimistis upaya pengendalian bisa berjalan lebih maksimal di lapangan,” tambah Lili.
Melalui penguatan biosekuriti, pemerintah berupaya menjaga stabilitas populasi ternak secara nasional. Lampung tetap berkomitmen mempertahankan statusnya sebagai salah satu lumbung ternak utama di Indonesia.








