Bandar Lampung (Lampost.co): Konsul Jenderal Malaysia di Medan, Shahril Nizam Abdul Malek, menegaskan perbedaan antara negara bertetangga merupakan hal yang wajar dalam hubungan internasional.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya dialog, diplomasi, dan kerja sama konstruktif sebagai jalan utama untuk menjaga hubungan baik antarnegara.
Menurut dia, hubungan bilateral yang matang tidak bergantung pada ketiadaan perbedaan pendapat. Tetapi, pada kemampuan kedua negara dalam mengelola perbedaan secara bijaksana.
“Mature bilateral relations are not defined by the absence of disagreements, but by the ability to manage them wisely, (Hubungan bilateral yang matang tidak bergantung pada ketiadaan perbedaan pendapat. Tetapi, pada kemampuan untuk mengelola perbedaan pendapat tersebut secara bijak),” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan Indonesia dan Malaysia melalui sektor pendidikan tinggi.
Melalui kegiatan bersama Universitas Lampung, kedua pihak menunjukkan komitmen untuk memperluas kolaborasi akademik. Hal itu sebagai investasi jangka panjang bagi hubungan kedua bangsa.
Kerja sama pendidikan menjadi jembatan penting untuk mempererat hubungan masyarakat kedua negara. Hal itu sekaligus membuka peluang pertukaran ilmu pengetahuan, budaya, dan pengembangan sumber daya manusia pada masa depan.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update