Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung membuka peluang investasi untuk pengelolaan taman penangkaran rusa di Tahura Wan Abdurrahman, Sumber Agung, Kemiling. Kepala Dinas Kehutanan Lampung, Yanyan Ruchyansyah, menyampaikan keterlibatan investor untuk meningkatkan operasional dan pendapatan daerah.
Yanyan menjelaskan pengelolaan sebelumnya belum efektif sehingga pendapatannya rendah. Ia menilai masuknya investor dapat memperbaiki manajemen penangkaran dan mendorong pemasukan daerah. “Kami ingin pengelolaan taman rusa berjalan lebih baik dan memberi kontribusi nyata bagi PAD,” ujar Yanyan.
Ia menambahkan pemerintah terus mempermudah akses bagi calon investor. Upaya itu agar penangkaran dapat berkembang, mendukung konservasi satwa, sekaligus menciptakan nilai ekonomi. Penangkaran saat ini memiliki 39 ekor rusa dalam kondisi sehat dengan area seluas 13 hektare.
Pendapatan taman rusa hingga kini belum mencapai target tahunan Rp80 juta. Tahun sebelumnya pendapatan hanya mencapai Rp54 juta. Pemerintah menilai kerja sama dengan investor bisa mendorong peningkatan income secara signifikan.
Ia berharap kolaborasi dengan investor dapat memperkuat konservasi rusa dan memastikan taman wisata memberi manfaat ekonomi jangka panjang. “Kami menyiapkan skema kerja sama yang jelas agar pengelolaan lebih optimal dan pendapatan daerah bisa tumbuh,” kata Yanyan.








