• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 28/02/2026 13:52
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Tarif AS dan Gejolak Timur Tengah Jadi Ancaman Serius Harga Emas

EffranbyEffran
28/02/26 - 13:09
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Investasi emas. Dok/PT Antam

Investasi emas. Dok/PT Antam

Jakarta (Lampost.co) — Harga emas dunia akhirnya terkoreksi setelah mencatat reli empat hari berturut-turut. Aksi ambil untung mendominasi perdagangan Selasa lalu, 24 Februari 2026.

Tekanan muncul ketika pelaku pasar Asia kembali aktif usai libur Tahun Baru Imlek. Aktivitas perdagangan meningkat dan memicu volatilitas tajam.

Berdasarkan pantauan Bloomberg, harga emas sempat turun hingga 2,3 persen. Sebelumnya, logam mulia itu melonjak lebih dari 7 persen dalam empat sesi.

Kenaikan tajam sebelumnya terdorong status emas sebagai aset safe haven. Investor memburu emas di tengah ketidakpastian tarif Amerika Serikat dan ketegangan Timur Tengah.

Namun, setelah reli kuat, pelaku pasar memilih mengamankan keuntungan. Tekanan jual pun muncul dalam volume besar.

Peneliti Guangdong Southern Gold Market Academy, Song Jiangzhen, menilai koreksi itu masih wajar.

“Pergerakan dalam kisaran 2% adalah volatilitas pasar yang normal saat ini. Secara jangka panjang, sentimen tetap positif karena ketidakpastian di Iran dan risiko isolasi AS akibat kebijakan tarifnya,” ujarnya.

Kebijakan Tarif AS Picu Kebingungan Pasar

Presiden Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif global menjadi 15 persen. Keputusan itu muncul setelah Mahkamah Agung membatalkan aturan tarif sebelumnya. Tarif 10 persen berlaku pada Selasa. Namun, jadwal kenaikan ke 15 persen masih belum final.

Ketidakjelasan itu memicu ketegangan dengan mitra dagang utama seperti Uni Eropa. Investor pun mempertanyakan arah kebijakan perdagangan AS. Situasi tersebut mendorong fluktuasi tajam pada aset lindung nilai seperti emas.

Posisi Emas Masih Kuat di Atas 5.000 Dolar

Sebelumnya, emas sempat mencatat rekor 5.595 dolar AS per ons pada akhir Januari. Setelah itu harga terkoreksi dalam dan mencatat penurunan bersejarah.

Kini emas kembali stabil di atas 5.000 dolar AS per ons. Logam mulia itu berhasil memulihkan lebih dari separuh kerugian sebelumnya.

Beberapa bank global tetap optimistis terhadap prospek emas. Goldman Sachs, Deutsche Bank, dan BNP Paribas memprediksi tren pemulihan berlanjut.

Faktor pendorongnya meliputi keraguan terhadap independensi The Fed dan pergeseran investasi dari obligasi pemerintah.

UBS Global Wealth Management bahkan memperkirakan harga dapat menyentuh 6.200 dolar AS per ons dalam beberapa bulan.

“Peristiwa geopolitik dapat memicu lonjakan volatilitas sementara, yang memperkuat permintaan emas sebagai lindung nilai portofolio,” tulis Mark Haefele, Chief Investment Officer UBS.

Eskalasi Militer Tambah Tekanan Global

Amerika Serikat mengerahkan kekuatan militer terbesar di Timur Tengah sejak 2003. Langkah itu menjelang negosiasi nuklir Iran pekan ini.

Trump menegaskan dirinya lebih memilih diplomasi. Namun, ia memperingatkan dampak serius jika kesepakatan gagal tercapai.

Ketegangan tersebut mengingatkan pasar pada krisis energi masa lalu. Risiko gangguan perdagangan dan lonjakan inflasi kembali menghantui investor.

Update Harga Logam Mulia

Hingga pukul 09.17 waktu New York, harga emas turun 2,4 persen ke level 5.101,98 dolar AS per ons.

Harga perak melemah 2,8 persen ke posisi 85,69 dolar AS.

Indeks dolar AS naik 0,2 persen dan menambah tekanan pada emas.

Emas Kembali Jadi Asuransi Finansial Global

Secara historis, investor selalu memburu emas saat ketidakpastian meningkat. Pada 2026, dua faktor besar muncul bersamaan.

Perang dagang jilid baru menciptakan ketidakpastian hukum dan regulasi di AS. Di saat yang sama, eskalasi militer meningkatkan risiko geopolitik.

Kondisi itu mendorong kekhawatiran terhadap inflasi dan depresiasi mata uang. Banyak investor memandang emas sebagai pelindung nilai kekayaan.

Dalam situasi penuh gejolak, emas tidak hanya berfungsi sebagai komoditas. Logam mulia itu menjadi instrumen perlindungan aset jangka panjang di tengah ketidakpastian global.

Tags: emas koreksiharga emas 2026harga emas hari iniindeks dolar ASKetegangan Timur TengahPrediksi harga emassafe haventarif impor AS
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Investasi emas. Dok/PT Antam

Dolar AS Menguat dan Isu Tarif Guncang Harga Emas

byEffran
28/02/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Harga emas dunia mendadak melemah setelah mencatat reli empat hari beruntun seiring tekanan jual dolar Amerika Serikat...

Umumkan Solar Habis, Namun Anggota DPRD Lampung Temukan Stok 6.000 Liter di SPBU Seputih Jaya

Umumkan Solar Habis, Namun Anggota DPRD Lampung Temukan Stok 6.000 Liter di SPBU Seputih Jaya

byRicky Marlyand1 others
27/02/2026

Gunungsugih (Lampost.co) -- Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai NasDem, Miswan Rody mendapati adanya upaya manipulasi distribusi stok BBM...

Pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 oleh Polda Lampung dan Banten dengan fokus utama pada jalur tol serta penyeberangan laut.Dok/Lampost.co

Polda Lampung-Banten Matangkan Pengamanan Arus Mudik dan Balik Lebaran

byNurand1 others
27/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)---- Kepolisian Daerah (Polda) Lampung bersama Polda Banten menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk mematangkan pengamanan arus mudik...

Berita Terbaru

Safari Ramadan NasDem Berlanjut di Lampung Utara
Breaking News

Safari Ramadan NasDem Berlanjut di Lampung Utara

byMustaan
28/02/2026

LAMPUNG UTARA — Rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah Partai NasDem tingkat Provinsi Lampung berlanjut ke Kabupaten Lampung Utara, Jumat (27/2/2026)....

Read moreDetails
Kemantapan Jalan Nasional di Jawa Tengah Capai 93,47 Persen, Siap Dilintasi Pemudik Lebaran

Kemantapan Jalan Nasional di Jawa Tengah Capai 93,47 Persen, Siap Dilintasi Pemudik Lebaran

28/02/2026
Investasi emas. Dok/PT Antam

Dolar AS Menguat dan Isu Tarif Guncang Harga Emas

28/02/2026
7 Rekomendasi Ide Bisnis Peluang Cuan di Bulan Ramadan

7 Ide Bisnis Paling Laris dan Cuan Besar saat Ramadan 2026

28/02/2026
Penandatanganan nota kesepahaman dan Non-Disclosure Agreemet (NDA) oleh PT JPEN dengan KITB, di Jumat, 27 Februari 2026.

Genjot Investasi, Pemprov Jawa Tengah Siap Pasok Energi Baru Terbarukan di Kawasan Industri Batang

28/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.