• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 05/03/2026 07:03
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Unilever Tarik Es Krim Magnum di Pasaran, Mengandung Zat Berbahaya 

EffranbyEffran
23/04/24 - 16:12
in Ekonomi dan Bisnis, Nasional
A A
Es krim Magnum

Es krim Magnum. Dok MC2

Jakarta (Lampost.co) — Unilever menarik es krim Magnum Almond dari pasaran di Inggris. Hal itu setelah adanya laporan zat berbahaya di dalam produk tersebut.

Dalam situs resmi Badan Standarisasi Keamanan Pangan (FSA) Inggris, Unilever menarik kembali es krim Magnum Almond dengan stik berukuran 3x100ml berkode L3338, L3339, L3340, L3341 and L3342.

Sebab, produk itu ada dugaan mengandung bahan plastik dan logam. Sehingga, es krim tersebut tidak aman untuk konsumen konsumsi.

“Pemberitahuan penjualan akan tampil di semua toko ritel yang menjual produk itu,” tulis FSA dalam situsnya, Selasa, 23 April 2024.

FSA menerbitkan Pemberitahuan Informasi Penarikan Produk dan Pemberitahuan Informasi Penarikan Produk untuk menginformasikan kepada konsumen dan otoritas terkait masalah dalam makanan itu.

BACA JUGA: Begini Dampak Boikot terhadap Produk McDonald dan Starbucks

Lembaga itu juga meminta para konsumen yang telah membeli untuk tidak mengkonsumsinya. “Produk ini mungkin mengandung potongan plastik dan logam sehingga tidak aman untuk masyarakat makan,” ujar FSA.

Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Noorman Effendi, mengatakan produk serupa yang teridentifikasi di Indonesia tidak memiliki cemaran logam dan plastik.

Hal ini sejalan dengan konfirmasi pihak Unilever. Dia menegaskan tidak ada data produk magnum Almond impor yang masuk ke Indonesia

“Produk Magnum yang Unilever tarik di Inggris dan Irlandia itu tidak beredar di Indonesia,” kata Noorman.

Tags: BPOMprodukzar berbahaya
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Waspadai Produk Belum Memiliki Izin Edar

Waspadai Produk Belum Memiliki Izin Edar

byRicky Marlyand1 others
04/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung melakukan inspeksi mendadak...

General Manager (GM) PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Ulubelu, Edy Sudarmadi,

Proyek Gunung Tiga Perkuat Ketahanan Energi Lampung

byDelima Napitupulu
04/03/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Peluang pengembangan panas bumi di Provinsi Lampung masih terbuka lebar. Langkah strategis itu krusial mengingat sistem kelistrikan Lampung...

Pemprov Lampung Terus Jaga Kecukupan Pasokan Bahan Pokok

Pemprov Lampung Terus Jaga Kecukupan Pasokan Bahan Pokok

byRicky Marlyand1 others
04/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bani Ispriyanto menyampaikan Pemprov Lampung terus menjaga kecukupan...

Berita Terbaru

Kemunculan Kasus Campak Efek Penurunan Imunisasi saat Pandemi Covid-19
Kesehatan

Kemunculan Kasus Campak Efek Penurunan Imunisasi saat Pandemi Covid-19

byAtikaand1 others
04/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinkes Bandar Lampung mencatat ada 14 kasus campak sepanjang tahun 2025. Jumlah itu sekitar 13 persen...

Read moreDetails
IDI Lampung Nilai Cakupan Imunisasi Kunci Redam Penularan Virus Campak

IDI Lampung Nilai Cakupan Imunisasi Kunci Redam Penularan Virus Campak

04/03/2026
Lonjakan Kasus Campak, Lampung Krisis Vaksin dalam Tren KLB Nasional

Lonjakan Kasus Campak, Lampung Krisis Vaksin dalam Tren KLB Nasional

04/03/2026
Penyerang Strasbourg, Joaquin Panichelli

Strasbourg Tekuk Reims 2-1 dan Lolos ke Semifinal Piala Prancis 2026

04/03/2026
logo piala belanda

Kejutan di De Goffert, NEC Nijmegen Depak PSV Eindhoven dari KNVB Cup 2026

04/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.