Bandar Lampung (Lampost.co) — Momen long weekend peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 16–18 Januari 2026, menjadi kebahagiaan masyarakat.
Poin penting :
1. Masih banyak masyarakat memilih berlibur dalam kota Bandar Lampung.
2. Banyak masyarakat Bandar Lampung manfaatkan libur panjang dengan bersantau.
3. Dalam kota asal bersama keluarga jadi pilihan masyarakat.
Waktu libur yang lebih panjang menjadi pilihan warga untuk beristirahat sekaligus mengisi waktu luang.
Sejumlah warga memilih tetap berlibur dalam kota selama long weekend.
Selain dinilai lebih praktis, pilihan ini juga memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai destinasi lokal yang kini semakin beragam.
Ayu Annisa, salah seorang warga Bandar Lampung, mengaku antusias menyambut long weekend kali ini.
Baca juga : Makna Isra Mikraj, Hikmah Perjalanan Spiritual Nabi Muhammad SAW
Menurutnya, libur panjang menjadi momentum yang tepat untuk melepas penat dari aktivitas harian.
“Long weekend itu momen yang pas buat rehat dari rutinitas. Aku pribadi lebih memilih liburan dalam kota,” ujar Ayu, Kamis, 15 Januari 2026.
Ia menilai saat ini Bandar Lampung memiliki banyak spot menarik yang bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu libur.
Beragam tempat tersebut cocok untuk liburan singkat tanpa harus keluar daerah.
“Sekarang banyak tempat seru yang ada Kota Bandar Lampung dan bisa kita ekplorasi. Jadi meskipun nggak ke luar kota, tetap bisa liburan dan menikmati suasana,” kata dia.
Antusiasme serupa juga disampaikan Afni. Ia menyambut positif adanya long weekend karena dapat dirinya manfaatkan untuk berkumpul dan berlibur bersama keluarga.
“Kalau ada long weekend, rasanya senang karena bisa quality time sama keluarga,” ujar Afni.
Afni mengaku telah merencanakan liburan bersama keluarga selama masa libur panjang akhir pekan.
Menurutnya, kebersamaan menjadi hal utama yang ingin ia nikmati.
“Kami rencananya mau liburan bareng keluarga, nggak harus jauh-jauh, yang penting bisa kumpul dan santai,” kata dia.








