• LAMPOST.CO
  • METROTV LAMPUNG
  • DESAKU
  • SUMA.ID
Minggu, November 30, 2025
Berlangganan
Konfirmasi
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • LAMBAN PILKADA
  • RAGAM
  • DESA
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • LAMBAN PILKADA
  • RAGAM
  • DESA
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Berlangganan
  • Konten Premium
  • E-Paper
  • Indeks
  • Log in
Beranda Baca Gratis

[Cek Fakta] Polisi Temukan Enam Anak dalam Kardus yang akan Diekspor ke Thailand untuk Diambil Organnya?

Bambang Pamungkas Editor Bambang Pamungkas
21 Februari 2020
di dalam Baca Gratis, Lampost.co
A A
Foto: Dok

Foto: Dok

Share on FacebookShare on Twitter

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) — Beredar tangkapan layar facebook melalui pesan berantai WhatsApp berisikan narasi bahwa polisi menahan sebuah truk pengangkut ayam di kawasan Bukit Kayu Hitam. Polisi menemukan enam anak yang masing-masing dikemas dalam sebuah kotak. Mereka semua akan diekspor ke Thailand untuk diambil organnya.

Keberadaan anak-anak itu disamarkan bersamaan dengan pengangkutan ayam. Truk pengangkut ayam menjadi modus pengiriman orang secara ilegal.

“Mereka disuntik dgn zat bius & akan diekspor ke Thailand, di mana mereka akan dibunuh untuk diambil organnya,” seperti yang tertulis dalam narasi.

BACA JUGA

Efisiensi Anggaran Harusnya Tak PHK Pegawai

Menimbang Investasi Crypto Biar Jadi Cuan

OJK Lampung Perkuat Layanan Pemberantasan Keuangan Ilegal

Jalan Militer Prabowo

Dalam pesan berantai ini juga diperlihatkan kolase foto yang seolah-olah membuktikan narasi tersebut. Berikut narasi lengkapnya:

“Kemarin sore telah ditemukan di bukit Kayu Hitam. Polisi telah menahan 1 truk pengangkut ayam. Ternyata di atas truk tsb ada 6 anak-anak, 3 dari mereka sdh tdk dpt berbicara lagi. Mereka disuntik dgn zat bius & akan diekspor ke Thailand, di mana mereka akan dibunuh untuk diambil organnya. Mereka masing-masing dikemas dlm kotak & diletakkkan di tengah truk. Truk itu membawa ayam & kotak dgn anak-abak yg tersembunyi di dalamnya.

Utk keselamatan anak2, JANGAN biarkan mereka pergi sendirian atau hrs tahu tujjuan perginya serta cek keadaannya di tempat tujuan. Komunikasi dgn anak harus selalu on stand by.

Di copy dari grup kepolisian untuk diantisipasi & sampaikan kpd masyarakat !!!

ngeerriii banget deh…”

 

Penelusuran:
Dari penelusuran tim Cek Fakta Medcom.id, klaim bahwa penemuan enam anak yang dikemas dalam kardus dan akan diekspor ke Thailand untuk diambil organnya, adalah salah. Foto-foto yang disertakan dalam narasi itu, juga tidak sesuai konteks dan fakta yang ada.

Melalui teknik reverse image, kami menemukan bahwa narasi dan foto ini sudah beredar sejak lama di Malaysia. Itu lantaran Bukit Kayu Hitam, merupakan nama suatu daerah di Kedah, Malaysia.

Pula narasi dan kolase foto itu menyebar di Indonesia sekitar 2016 dan sempat masif pada 2018. Akan tetapi narasi itu telah dimodifikasi jika dibandingkan dengan cerita awal. Terpantau lebih masif di media sosial. Sejumlah akun facebook beberapa tahun lalu menyebarkan narasi tersebut.

Faktanya bahwa kolase foto yang tersebar adalah peristiwa penemuan bocah di Kampung Belakang Jalan Sahabat RT 06/05 Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Jumat 2 Oktober 2015, sekitar pukul 22.30 WIB.

Dilansir Medcom.id pada 4 Oktober 2015, bocah nahas berinisial PNF itu ditemukan di dalam kardus dengan kondisi mengenaskan. Korban telah dimakamkan di pemakaman Kober, Rawalele, Kalideres, Jakarta Barat sekitar pukul 05.30 WIB pada Minggu 4 Oktober 2015.

Divisi Humas Polri pada 26 September 2018 telah memastikan narasi tersebut adalah tidak benar. “Telah beredar sebaran pesan dan foto terkait adanya informasi telah dilakukan penahanan terhadap 1 truk pengangkut ayam dan setelah dilakukan pengecekan didapati 6 anak-anak yang sudah dibius dan akan diekspor ke Thailand untuk diambil organ tubuhnya adalah tidak benar/Hoax,” kata Divisi Humas Polri melalui akun twitter resminya @DivHumas_Polri.

Kesimpulan:
Klaim bahwa penemuan enam anak yang dikemas dalam kardus dan akan diekspor ke Thailand, untuk diambil organnya, adalah salah.

Informasi ini masuk kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Sumber:
Pesan berantai di WhatsApp

Referensi:
1. https://www.medcom.id/nasional/hukum/GNGwwYzN-bocah-tewas-dalam-kardus-dimakamkan-ibu-sempat-pingsan

2. https://says.com/my/news/children-kidnapped-sold-and-killed-by-organ-farmers-in-the-malaysia-thailand-border

3.https://twitter.com/DivHumas_Polri/status/1044903642623426560?

4 . https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4026292/cek-fakta-hoaks-foto-truk-pengangkut-ayam-membawa-bocah-dalam-kardus

5 . https://turnbackhoax.id/2018/03/17/salah-hoaks-penculikan-anak-kecil-usia-1-12-tahun-mengatasnamakan-kapolri/

Tags: #cekfaktaBERITABOHONGhoaks
berbagiTweetMengirim
Posting Sebelumnya

Revolusi Sensus  

Posting berikutnya

Kades Bijak Kelola Dana Desa 2020

Bambang Pamungkas

Bambang Pamungkas

Posting berikutnya
LAMPUNG POST/SUGENG RIYADI

Kades Bijak Kelola Dana Desa 2020

PIXABAY

(Soal) Pancasila Lagi

PIXABAY

Menyederhanakan Partai Politik

Sepatu antiair yang trendi. (DOK.LZD)

Hujan, Alas Kaki Tetap Cantik dan Trendi

Inovasi WMC Tambah Nilai Jual Sampah

Ecobrick, dari Sampah Menjadi Sofa Mini dan Meja

BERITA TERBARU

  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Weekend, 30 November 2025 30 November 2025
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Sabtu, 29 November 2025 29 November 2025
  • Portugal Juarai Piala Dunia U-17 2025 29 November 2025
  • PSSI Tetapkan Skuad Final Timnas U-22 untuk SEA Games 2025 29 November 2025
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Jum’at, 28 November 2025 28 November 2025

TOP NEWS

Benang Merah Konflik Manusia dengan Satwa

23 Ribu Peserta Gagal Masuk SMA/SMK Negeri

Tembus Rp12,42 Miliar Ekonomi Syariah kian Kokoh

Jalur SPMB SMP Prioritaskan Jarak

Perencanaan Keuangan Kunci Kemapanan Finansial

Perkuat Akses Keuangan Inklusif

Kebingungan Peserta Warnai Hari Pertama SPMB

Buka Ekspor Sawit di Pasar Eropa

Perketat Pengawasan Truk ODOL

Kreatif Hadapi Efisiensi Anggaran

POPULAR POST

  • kantor DPRD lampung Utara

    Pelantikan Pimpinan DPRD Lampura Berlangsung Sederhana

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Jum’at, 28 November 2025

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Kamis, 27 November 2025

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Selasa, 25 November 2025

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Senin, 24 November 2025

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
Facebook Twitter Youtube RSS Instagram

Tentang Kami

 

LampungpostID adalah laman berita resmi Harian Umum Lampung Post. Laman ini berada dalam naungan PT Masa Kini Mandiri, penerbit Koran Lampung Post yang menyajikan informasi berkualitas untuk melengkapi kehadiran koran edisi cetak di masyarakat.

Alamat Kami

PT Masa Kini Mandiri, Jl. Soekarno – Hatta No. 108, Hajimena, Lampung Selatan

Phone : (0721) 783-693
Fax : (0721) 783-578
Email : redaksi@lampungpost.co.id

Redaksi
Tentang Kami

Iklan & Sirkulasi

Sri Agustina : 0895-3463-91035
Ja’far Shodiq : 0812-1811-4344
Dat S Ginting 0822-6991-0113
Setiaji B. Pamungkas : 0813-6630-4630

LampungpostID © 2022

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • LAMBAN PILKADA
  • RAGAM
  • DESA
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS

LampungpostID © 2022

Open chat
1
Anda butuh bantuan ?
Admin Lampungpost.id
Halo, ada yang bisa kami bantu ?