DAMPAK cuaca ekstrem yang terjadi beberapa pekan terakhir dirasakan oleh nelayan dan para pengusaha pengolahan ikan. Salah satunya usaha pengasinan ikan dan teri di Pulau Pasaran, Kelurahan Kotakarang, Bandar Lampung. Akibat kondisi alam yang tak menentu itu membuat omset usaha menurun hingga 60 persen.
Salah satu pekerja pengasinan, Raisman, menyebut penurun omset akibat cuaca. Sebab, hasil tangkap berkurang yang otomatis membuat produksi menurun.
“Turun sampai 60 persen dari hari biasanya,” ujar Rais, Sabtu, 7 Januari 2023
Menurut dia, waktu yang tepat untuk menangkap ikan saat musim angin timur. Di masa itu potensi tangkapan lebih banyak.
“Cuaca pancaroba ini kadang angin barat dan kadang angin timur. Saat angin timur teduh itulah surganya nelayan menangkap ikan. Kalau angin selatan dan barat itu gelombang tinggi arus tinggi,” kata dia.
Sementara, cuaca juga tidak menentu, antara panas dan mendung. Hal itu membuat proses penjemuran ikan asin lebih lama.
“Kalau hari panas hanya membutuhkan dua hingga tiga jam bisa kering. Sedangkan, jika mendung bisa sampai satu harian penuh baru kering,” ujarnya. (CR1)





