HARGA minyak goreng bersubsidi kembali naik di pasaran di Kabupaten Lampung Tengah. Dari patokan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp14 ribu/liter kini dijual Rp16 ribu alias naik Rp2.000/liter.
Kenaikan harga minyak goreng bersubsidi dikeluhkan oleh pedagang dan pembeli di pasar Bandarjaya, Lampung Tengah.
Seperti yang diungkapkan Risma, pedagang sembako mengaku banyak menerima komplain dari konsumen lantaran harga yang ditetapkan dari pemerintah di bandrolnya Rp14 ribu perliter tetapi harga jual ke pembeli Rp16 ribu/liter.
Menurutnya, harga modal dari pihak distributor perdus isi 12 sekarang sudah 190 ribu jadi perliter harganya 16 ribu, kalau dijual Rp14 ribu liter, maka pedagang yang rugi tidak balik modalnya.
“Wajar pelanggan komplain,tetapi kalau saya jual sesuai bandrol ya pedagang yang tekor,” ungkap Risma, Rabu, 2 Februari 2023.
Semestinya pemerintah atau pihak distributor mengubah harga bandrol di kemasan minyak goreng dari 14 ribu-16 sehingga masyarkat mengetahui ada kenaikan harga,biar pedagang tidak kena komplain,” keluhnya.
Sudah lebih dari seminggu minyak goreng kita, harganya melonjak mulai dari Rp170 ribu perdus, lalu Rp185 ribu dan terakhir jadi Rp190 ribu perdusnya. Jadi perliternya Rp16 ribu/liter. Selain harga naik, stok barang juga tidak banyak.
Merri seorang ibu rumah tangga merasa keberatan dengan kenaikan harga minyak goreng subsidi menjadi Rp16ribu/liter .
“Dikemasan minyak masih tertera harganya Rp14 ribu/liter di pasar pedagang menjual Rp16 ribu ,ini kan tidak sesuai bandrolnya,” kata dia.






