Roma (Lampost.co) — Kasus kematian akibat virus korona covid-19 di Italia melonjak drastis menjadi 366. Angka tersebut menjadikan Italia sebagai negara dengan kasus kematian terbanyak kedua akibat virus korona setelah Tiongkok.
Jumlah kematian di Italia meningkat hampir tiga kali lipat, dari sebelumnya 133, menjadi 366. Tak hanya itu, angka terinfeksi virus covid-19 juga meningkat drastis dalam satu hari, dari 1.492 menjadi 7.375.
Wabah ini telah menewaskan hampir 3.792 orang dan menginfeksi lebih dari 109.000 jiwa di 99 negara dan wilayah.
Seperempat populasi Italia terkurung karena kota di lock down pemerintah. Langkah ini diberlakukan hingga 3 April, dan melarang orang untuk masuk atau meninggalkan wilayah di utara.
Pada Minggu kemarin, Roma terpaksa menutup pameran blockbuster yang menandai 500 tahun kematian master Renaissance Raphael.
Sementara itu, kepala wilayah Puglia selatan memohon kepada siapa pun yang berpikir untuk bepergian ke wilayah tersebut dari daerah yang di lockdown. “Berhenti dan berbalik. Jangan membawa wabah ke Puglia,” serunya, dilansir dari Channel News Asia, Senin 9 Maret 2020.
Pertandingan sepak bola juga berlangsung secara tertutup. Presiden Asosiasi Pesepakbola Italia Damiano Tommasi mengatakan menghentikan pertandingan merupakan langkah baik saat ini.
“Menghentikan (pertandingan) sepak bola adalah hal yang paling berguna bagi negara kita saat ini,” tuturnya.
Zona karantina Italia merupakan rumah bagi lenih dari 15 juta orang, termasuk di daerah sekitar Venesia dan ibu kota keuangan, Milan. Austria dan Swiss yang merupakan tetangga Italia, mengatakan terus memantau situasi di sana dan mengumumkan untuk menangguhkan beberapa jaringan transportasi meskipun perbatasan tetap terbuka.







