• LAMPOST.CO
  • LAMPUNG POST UPDATE
  • SAI 100FM
  • SUMA.ID
Senin, April 27, 2026
Berlangganan
Konfirmasi
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Berlangganan
  • Konten Premium
  • E-Paper
  • Indeks
  • Log in
Beranda Headline

Dukung Korban Perceraian

Fenomena perceraian tidak hanya berimbas pada dua insan yang membuat keputusan.

ricky marly Editor ricky marly
8 November 2022
di dalam Headline, Lifestyle
A A
(dok. KapanLagi.com)

(dok. KapanLagi.com)

Share on FacebookShare on Twitter

RICKY MARLY
ricky@lampungpost.co.id

AKTOR Jeremy Thomas bersama istrinya Ina Thomas mendukung dan menyemangati perempuan yang menjadi korban perceraian melalui komunitas Anti Pelakor (AP) untuk mandiri dan bangkit menata kehidupan yang lebih baik.
Jeremy Thomas, saat ditemui dalam acara talkshow Give the Massage, Menata Keluarga Bahagia di Era Digital, di Denpasar, Bali, Sabtu (5/11), mengatakan komunitas Anti Pelakor merupakan salah satu jawaban untuk mendukung kampanye keberpihakan kepada perempuan maupun anak-anak yang menjadi korban perceraian orang tua.
Komunitas Anti Pelakor merupakan komunitas yang didirikan untuk mewadahi para perempuan yang menjadi korban perceraian akibat munculnya orang ketiga dalam rumah tangga. Komunitas AP membantu meningkatkan potensi diri, mendapatkan income, dan kebutuhan hidup secara materi melalui kegiatan seperti event-event pertunjukan, usaha kecil menengah, serta peningkatan skill teknik pemasaran.
Sebagai figur publik, Jeremy Thomas yang hadir sebagai pembicara dalam talkshow yang dihadiri oleh ratusan perempuan tersebut, menyatakan keprihatinannya terhadap fenomena perceraian dalam rumah tangga yang banyak menimpa perempuan.
Bagi dia, penting bagi seorang perempuan untuk bangkit menata kehidupan setelah berpisah dari laki-laki serta mendapat edukasi yang baik. Hal ini agar tidak menimbulkan efek negatif bagi perempuan dan anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa.
“Karena itu, nilai moral positif keluarga penting diedukasi melalui media digital. Perkembangan media sekarang ini mesti disikapi dengan bijaksana, agar tidak membawa dampak negatif bagi rumah tangga,” kata dia.
Menurutnya, memang tidak mudah untuk menyatukan temperamen, karakter dan juga hasrat yang berbeda antarpribadi pasangan, tetapi itu bukan hal yang tidak bisa diusahakan.
“Rumah tangga itu kan membangun dengan step, langkah-langkah yang membutuhkan proses yang panjang. Proses itu tidak berakhir selama masih ada napas. Selama itu pula cinta harus dipupuk terus-menerus,” kata dia, sambil membagikan pengalaman membangun rumah tangga bersama istri yang genap 27 tahun.
Jeremy melihat fenomena perceraian tidak hanya berimbas pada dua insan yang membuat keputusan, tetapi memiliki efek terhadap keluarga besar lainnya, khususnya anak. Karena itu, dia menyarankan agar setiap orang yang berkomitmen berumah tangga memiliki kemampuan manajemen konflik yang baik karena konflik selalu hadir.
“Konflik tidak selamanya destruktif. Anggap saja itu bagian dari upaya mematangkan rumah tangga,” kata dia.

Media Sosial

BACA JUGA

Menjaga Alam Lewat Penataan Tambang di Lampung

Babak Lanjutan Kasus PT LEB: Saat Mantan Gubernur Hadir, Penyidikan Mencari Titik Terang

Mengulik Kredit Fiktif Bank Himbara Rugikan Negara Rp2,5 Miliar

Perketat Pengawasan Keamanan Pangan Program Gizi Gratis

Founder AP Community Ade Novatresna mengatakan media sosial menjadi salah satu pemicu perceraian pada era digital.
Dia mengatakan komunitas Anti Pelakor, yang didirikannya tersebut menjadi wadah yang mewakili suara masyarakat untuk menjaring perempuan Indonesia yang menjadi korban perceraian, untuk kemudian dibekali dengan usaha yang produktif seperti menjadi desainer ataupun usaha lainnya.
Ia mengatakan menurut data yang dimiliki komunitas itu, jumlah korban perceraian yang ditangani oleh pihaknya meningkat dalam dua tahun terakhir ini.
“Kami melihat sejak pandemi Covid-19, ada peningkatan jumlah perempuan yang menjadi korban perceraian karena munculnya orang lain dalam rumah tangga,” kata dia.
Sebagai respons terhadap keprihatinannya kepada nasib perempuan yang menjadi korban perceraian, dia berinisiatif mendirikan sebuah komunitas yang dapat mewadahi kebutuhan dari para korban tersebut.
Dia berharap melalui kegiatan talkshow tersebut, semakin banyak orang yang mengenal komunitasnya, agar banyak perempuan dan anak terselamatkan karena ketidakberdayaan menghadapi tuntutan hidup.
Nantinya, kata dia, semua orang yang bergabung dalam komunitas tersebut ditangani oleh psikolog yang berkompeten sampai korban menerima keadaan kemudian bangkit untuk menata kehidupan selanjutnya. (ANT/MI/R3)

Tags: Jeremy Thomasperceraianperempuan
berbagiTweetMengirim
Posting Sebelumnya

Babinsa dan Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Pesawahan

Posting berikutnya

Ancaman Covid Belum Berakhir

ricky marly

ricky marly

Posting berikutnya
Kerjasama Antisipasi Penyebaran Covid-19

Ancaman Covid Belum Berakhir

Indonesia Masih Kekurangan Banyak Guru

Guru Honorer Minta Kepastian Usai Ikuti Seleksi PPPK

E-Paper Lampung Post, Edisi Selasa, 08 November 2022

Wahana Cita Indonesia (WCI) mengadakan workshop penyusunan radmap advokasi, di Aula PKBI Lampung,  Senin-Selasa, 7-8 November 2022. DOK WCI

WCI Gelar Workshop Roadmap Eliminasi HIV dan Aids di Bandar Lampung

KWH Milik Kakek Dicuri di Lamtim

KWH Milik Kakek Dicuri di Lamtim

BERITA TERBARU

  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Senin, 27 April 2026 27 April 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Jum’at, 24 April 2026 24 April 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Kamis, 23 April 2026 23 April 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Rabu, 22 April 2026 22 April 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Selasa, 21 April 2026 21 April 2026

TOP NEWS

Benang Merah Konflik Manusia dengan Satwa

23 Ribu Peserta Gagal Masuk SMA/SMK Negeri

Tembus Rp12,42 Miliar Ekonomi Syariah kian Kokoh

Jalur SPMB SMP Prioritaskan Jarak

Perencanaan Keuangan Kunci Kemapanan Finansial

Perkuat Akses Keuangan Inklusif

Kebingungan Peserta Warnai Hari Pertama SPMB

Buka Ekspor Sawit di Pasar Eropa

Perketat Pengawasan Truk ODOL

Kreatif Hadapi Efisiensi Anggaran

POPULAR POST

  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Selasa, 21 April 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Kamis, 23 April 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Rabu, 22 April 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Jum’at, 24 April 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Senin, 27 April 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
Facebook Twitter Youtube RSS Instagram

Tentang Kami

Lampost.co adalah laman berita resmi Harian Umum Lampung Post. Laman ini berada dalam naungan PT Masa Kini Mandiri, penerbit Koran Lampung Post yang menyajikan informasi berkualitas untuk melengkapi kehadiran koran edisi cetak di masyarakat.

Alamat Kami

PT Masa Kini Mandiri, Jl. Soekarno – Hatta No. 108, Hajimena, Lampung Selatan

Phone : (0721) 783-693
Fax : (0721) 783-578
Email : redaksi@lampungpost.co.id

Redaksi
Tentang Kami

Iklan & Sirkulasi

Sri Agustina : 0895-3463-91035
Ja’far Shodiq : 0812-1811-4344
Dat S Ginting 0822-6991-0113
Setiaji B. Pamungkas : 0813-6630-4630

Copyright © 2026. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS

Copyright © 2026. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

Open chat
1
Anda butuh bantuan ?
Admin Lampungpost.id
Halo, ada yang bisa kami bantu ?