• LAMPOST.CO
  • LAMPUNG POST UPDATE
  • SAI 100FM
  • SUMA.ID
Kamis, April 23, 2026
Berlangganan
Konfirmasi
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Berlangganan
  • Konten Premium
  • E-Paper
  • Indeks
  • Log in
Beranda Berita Utama

Perundungan Digital Ancaman di Kalangan Anak-Anak

Dian Wahyu Kusuma Editor Dian Wahyu Kusuma
3 Oktober 2021
di dalam Berita Utama, Nasional
A A
Perundungan Digital Ancaman di Kalangan Anak-Anak. Dok EU

Perundungan Digital Ancaman di Kalangan Anak-Anak. Dok EU

Share on FacebookShare on Twitter

ANGKA anak yang menjadi korban perundungan di media sosial (children cyberbullying) semakin meningkat dan mengkhawatirkan.

Beberapa hasil survei yang dilakukan baik oleh EU Kids Online Survey 2020, maupun SEJIWA, KPIA, UNICEF, APJII maupun laporan yang diterima Polda Metro Jaya, sama-sama menunjukkan adanya kenaikan dari kasus perundungan yang paling banyak dialami oleh anak-anak usia remaja.

Cyberbullying adalah kondisi dimana seseorang merasa tidak nyaman terhadap komentar/informasi/gambar foto yang ditujukan untuk dirinya, yang bertujuan menyakiti, intimidasi, menyebar kebohongan dan menghina, yang di posting di internet, jejaring media atau teknologi digital lainnya, yang dilakukan oleh orang lain.

BACA JUGA

Menjaga Alam Lewat Penataan Tambang di Lampung

KPK Bongkar Korupsi Terstruktur di Lampung Tengah: Fee Proyek, Jejaring Keluarga, hingga Biaya Kampanye

Babak Lanjutan Kasus PT LEB: Saat Mantan Gubernur Hadir, Penyidikan Mencari Titik Terang

Mengulik Kredit Fiktif Bank Himbara Rugikan Negara Rp2,5 Miliar

Pada agenda berbagai Pengetahuan bertajuk “Perundungan secara Digital: Ancaman yang Makin Meningkat di Kalangan Anak-Anak” pada Sabtu, 2 Oktober 2021, Diena Haryana, pendiri Sejiwa menuturkan media online memberikan dampak terhadap beberapa kasus yang dialami anak seperti ketergantungan gawai, cyberbullying, eksploitasi seksual serta penipuan online.

Menurutnya, sampaknya bisa sangat besar dan membekas hingga jangka panjang karena rasa malu yang ditimbulkan mengingat postingan buruk terhadap dirinya telah disaksikan ribuan orang netizen.

“Akibatnya sangat membahayakan, bukan hanya sebatas malu dan depresi bahkan hingga tindakan bunuh diri. Sayangnya, banyak korban yang lebih memilih diam, tidak mengadukan kasus yang menimpanya, sehingga pada akhirnya mengganggu pertumbuhan jiwanya,” ujarnya.

Diena menuturkan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dampak buruk cyberbullying. Di antaranya, sebagai teman kita memberi dukungan untuk mendengarkan masalah yang dihadapi, menyemangati dan dapat mengajaknya untuk melaporkannya kepada guru atau orangtuanya. Lalu, kita juga dapat meng-counter informasi negative dengan memberikan komentar positif tentang sahabat.

Selanjutnya, sebagai orangtua kita arahkan anak untuk memblok pelaku dan melaporkannya melakukan media sosial.

“Kita juga dapat mengalihkan anak dari media social melalui kegiatan lain seperti hobi, berlibur maupun hal-hal kreatif lainnya. Bila sudah semakin parah dampaknya, segera konsultasikan anak kepada ahlinya untuk mendapat tindakan terbaik,” tambahnya.

Ia mengingatkan kembali untuk bijaklah dalam menggunakan media sosial, pikir baik-baik sebelum mem posting sesuatu karena jejak digital tidak akan mudah dihilangkan. Lalu, tumbuhkan empati dalam diri dan hindari mem posting hal-hal negatif tentang orang lain karena hal itu tidak akan memberikan manfaat untuk hidup.

Sementara itu, Anna Surti Ariani, perwakilan Ikatan Psikolog Klinis (IPK)Indonesia menyebutkan 45% dari 2,777 anak muda usia 14-24 tahun pernah mengalami cyberbullying berdasarkan survey UNICEF U- Report 2021.

Ia memaparkan alasan orang melakukan cyberbullying adalah ingin merasa kuat, harga dirinya rendah, kurang berempati, ingin popular dan tidak sadar akan dampak yang ditimbulkan.

Ia pun mengingatkan untuk mencermati beberapa ciri seseorang yang terdampak cyberbullying di antaranya, menarik diri, mudah emosi, menjadi cenderung pendiam dan tidak mau bersosialisasi. Selanjutnya, seseorang yang terdampak cyberbulliying diantaranya mengganti akun sosial media, lalu tidak lepas dari gawai, hingga kehilangan minat melakukan kegiatan lain.

Ia pun menjelaskan cara jitu mencegah anak menjadi korban cyberbullying. Caranya yakni dengan membatasi waktu memegang gawai dengan jadwal dan durasi tertentu

Kemudian, memberikan edukasi terkait cyberbullying, membatasi konten dan aplikasi pada gawai, serta menjadi contoh dalam memperilaku digital yang baik.

Sementara, Saiti Gusrini, Manager Program Hak Asasi Manusia dan Demokrasi, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia menuturkan sesi berbagi pengetahuan ini merupakan bagian dari EU Social DigiThon 2021, sebuah platform untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam menciptakan pendekatan berbasis teknologi dan inovatif dalam mengatasi masalah sosial dan mempromosikan hak asasi manusia
Untuk informasi terkait EU Social DigiThon bisa mengunjungi ke laman website http.digithon.eu. (O1)

 

berbagiTweetMengirim
Posting Sebelumnya

Jadikan Indonesia Pusat Busana Muslim Dunia

Posting berikutnya

Menjaga Lampung Terbaik Penanganan Pandemi di Luar Jawa-Bali

Dian Wahyu Kusuma

Dian Wahyu Kusuma

Posting berikutnya
lampung terbaik

Menjaga Lampung Terbaik Penanganan Pandemi di Luar Jawa-Bali

tetap prokes

Ekonomi Mulai Bergeliat Prokes Tetap yang Utama

E-Paper Lampung Post, Edisi Weekend, 03 Oktober 2021

Data Level Desa kunci Selesaikan Kemiskinan Ekstrem

25 Desa Jadi Percontohan Penanganan Kemiskinan Ekstrem

Kades Sumber Rejo Jaring Aspirasi Warga

Mendes Blusukan Tuntaskan Data SDGs Desa

BERITA TERBARU

  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Kamis, 23 April 2026 23 April 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Rabu, 22 April 2026 22 April 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Selasa, 21 April 2026 21 April 2026
  • Perang dan Isu Krisis Lingkungan: Telaah Konflik Iran-Israel-Amerika Serikat 20 April 2026
  • Iran Melawan Hegemoni Petrodolar 20 April 2026

TOP NEWS

Benang Merah Konflik Manusia dengan Satwa

23 Ribu Peserta Gagal Masuk SMA/SMK Negeri

Tembus Rp12,42 Miliar Ekonomi Syariah kian Kokoh

Jalur SPMB SMP Prioritaskan Jarak

Perencanaan Keuangan Kunci Kemapanan Finansial

Perkuat Akses Keuangan Inklusif

Kebingungan Peserta Warnai Hari Pertama SPMB

Buka Ekspor Sawit di Pasar Eropa

Perketat Pengawasan Truk ODOL

Kreatif Hadapi Efisiensi Anggaran

POPULAR POST

  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Senin, 20 April 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Jum’at, 17 April 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Selasa, 21 April 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Rabu, 22 April 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Kamis, 16 April 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
Facebook Twitter Youtube RSS Instagram

Tentang Kami

Lampost.co adalah laman berita resmi Harian Umum Lampung Post. Laman ini berada dalam naungan PT Masa Kini Mandiri, penerbit Koran Lampung Post yang menyajikan informasi berkualitas untuk melengkapi kehadiran koran edisi cetak di masyarakat.

Alamat Kami

PT Masa Kini Mandiri, Jl. Soekarno – Hatta No. 108, Hajimena, Lampung Selatan

Phone : (0721) 783-693
Fax : (0721) 783-578
Email : redaksi@lampungpost.co.id

Redaksi
Tentang Kami

Iklan & Sirkulasi

Sri Agustina : 0895-3463-91035
Ja’far Shodiq : 0812-1811-4344
Dat S Ginting 0822-6991-0113
Setiaji B. Pamungkas : 0813-6630-4630

Copyright © 2026. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS

Copyright © 2026. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

Open chat
1
Anda butuh bantuan ?
Admin Lampungpost.id
Halo, ada yang bisa kami bantu ?