SEBANYAK 21 desa di Kecamatan Jatiagung mulai melakukan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) untuk tahun 2023 mendatang. Hampir setiap desa di kecamatan ini memfokuskan pembangunan fisik, peningkatan sumber daya manusia, kesehatan, penanggulangan bencana dan menggali potensi untuk desa lebih mandiri.
Camat Jatiagung, Rosa Resnida, saat menghadiri acara musrenbang di Desa Fajarbaru, menyampaikan setiap desa harus menggali potensi yang ada di desa. Harus berinovasi untuk desa apa yang bisa diciptakan, karena hal itu yang diminta Pemkab.
“Gali potensi yang ada di desa, setiap desa memiliki inovasi supaya desa menjadi unggulan. di bidang pendidikan manfaat balai desa untuk tempat belajar anak supaya mereka aktif belajar, ” katanya.
Untuk program selanjutnya, warga diharapkan menanam kelor. Sebab, dari hasil penelitian, manfaat kelor sangat banyak.
“Kita juga menetapkan program penanganan stunting, karena ini prioritas nasional dengan lebih mengaktifkan posyandu,” ujarnya.
Kepala Desa Fajarbaru, M Agus Budiantoro, mengatakan prioritas pertama pada tahun mendatang adalah pembangunan.
Ada beberapa jalan lingkungan dan gorong-gorong yang sudah menjadi program untuk siap dijalankan.
” Ada sekitar 6—8 titik jalan yang akan kami bangun ke depannya dan lokasinya sudah dimusyawarahkan dengan masyarakat, begitu juga dengan gorong-gorong ada beberapa titik. Pembangunan kami prioritaskan dengan cor beton semua,” kata Agus.
Selain pembangunan infrastruktur jalan dan gorong-gorong, ujar Agus, Desa Fajarbaru juga akan memprioritaskan soal kesehatan seperti melengkapi peralatan kesehatan untuk menunjang pekerjaan kader yang ada di depannya.
“Pada intinya kami siap menjalankan apa yang menjadi prioritas program nasional, kabupaten atau pun arahan dari Kecamatan Jatiagung. Selagi itu untuk kepentingan masyarakat desa kami selalu katakan siap menjalankan program dari Pemkab ataupun pusat seperti penuntasan kasus stunting,” ujar Agus.
Selain menggelar acara musrenbang desa-desa juga membagikan bantuan langsung tunai kepada masyarakat, Desa Fajarbaru membagikan BLT DD kepada 145 keluarga penerima manfaat. ” Hari ini juga secara bersama desa kami membagikan BLT DD kepada 145 KPM untuk satu bulan, yaitu bulan Oktober,” ujar dia.
Manfaatkan Dana Desa
Desa Fajarbaru sebelumnya memanfaatkan dana desa untuk beternak sapi. Agus mengatakan dana ketahanan pangan desa dimanfaatkan untuk pembelian hewan ternak seperti sapi berjumlah dua ekor dengan harga masing-masing Rp15 juta.
“Ketahanan pangan memang harus dianggarkan dan realisasinya dan kami memanfaatkan beternak,” ujar Agus.
Harapan besar ternak yang dibeli dari anggaran dana desa ini berhasil dengan baik, tanpa ada halangan ke depannya. Untuk pengurus dari ternak pun sudah ada yang ditunjuk.
Penanggung jawab pengelolaan hewan ternak sapi, Agus Suhendra, mengatakan hewan ternak untuk program ketahanan pangan ini milik desa dia diamanahkan untuk mengurusnya dengan harapan ternak sapi ini menjadi lebih banyak atau berhasil.
“Saya ditunjuk oleh desa mengurus ternak ini saya katakan siap. Mudah-mudahan berhasil ternak ini,” ujarnya.
Semoga ke depan program seperti ini ada lagi untuk warga desa dengan begitu desa ini bisa menjadi sentra ternak sapi. “Kalau tiap tahun nambah terus, program ternak ini kan bisa banyak bermanfaat untuk masyarakat,” ujar dia. (E2)




